World Lion Mafia

World Lion Mafia
Mengerjai Laura


__ADS_3

"Burr,,," lagi-lagi Arsenio menyembur kan air itu. Kali ini semburannya itu mengenai wajah cantik milik Laura.


Kurang ajar sekali pria ini! sabar Laura sabar...


Laura sangat kesal, tetapi dia tidak punya daya untuk melawan. "Jus apa yang kau berikan kepada ku ini?!" tanya Arsenio dengan suara yang lumayan tinggi. Pria itu menyolot kepada gadis yang berada di samping nya.


"Jus mangga Tuan." ucap Laura dengan suara yang pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Arsenio.


"Kau ini bodoh atau gimana sih! aku tidak suka jus mangga .Cepat ambil kan aku jus jeruk!" bentak Arsenio dengan nada yang tinggi.


"Baik Tuan." lagi-lagi Laura hanya bisa mengatakan dua kalimat itu. Laura segera mungkin untuk turun ke lantai bawah lalu membuatkan jus jeruk untuk Arsenio.


Beberapa menit kemudian laura sudah sampai ke kamar Arsenio. Dia membawahkan segelas jus jeruk pesanan Arsenio. "Silahkan Tuan." ucap Laura sembari menyerahkan jus jeruk itu kepada Arsenio.


"Hm,,," dehem Arsenio sembari mengambil jus jeruk itu. "Tidak jadi, kau minum saja jus ini. Aku ingin segelas air saja." ucap Arsenio tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Bagaikan ombak yang menabrak batu karang, Laura tercengang di tempat nya. Dia mengedip kan kedua mata nya tak percaya dengan perilaku Raja Sejagad itu. Siapalagi kalau bukan Arsenio.


Ihh,,, ada ya tipe laki laki seperti nya.


"Hey bodoh! cepat ambilkan aku minum!" bentak Arsenio kepada Laura.


"Eh iya Tuan." ucap Laura dengan buru-buru mengambil segelas air putih kembali.


"Silahkan Tuan." ucap Laura sembari menyodorkan segelas air putih ke arah Arsenio.


"Baik Tuan." ucap Laura sembari mematikan lampu kamar Arsenio. Dia sudah sedikit tau tentang kebiasaan kebiasaan yang sering di lakukan Arsenio.


"Kau!" ucap Arsenio dengan tegas.


"Iya Tuan?" ucap Laura bingung.

__ADS_1


"Jangan tidur sampai pagi. Awas saja jika kau tidur, aku akan menghabisi mu!" ancam Arsenio dengan aurah yang menyeram kan.


Rasakan itu gadis bodoh.


Arsenio tersenyum jahat di balik cahaya Remang-Remang di dalam kamar nya. Laura tidak tahu jika pria gila itu sedang tersenyum puas melihat nya. "Kau ini tuli ya!" bentak Arsenio kesal kepada Laura.


"Maaf tuan." ucap Laura pada Arsenio.


"Tutup mulut mu! telingaku sakit mendengar kan kata maaf terus-menerus dari mulut jelek mu itu!" ucap Arsenio kesal dengan nada menjelek kan Laura.


Iya-iya Tuan yang terhormat, Mulut anda lah yang paling indah di jagad raya ini. Ya Allah... kapan aku bisa pergi jauh dari tempat ini.


Laura masih fokus melihat Arsenio yang sedang terlelap dalam tidur nya. Gadis itu sendari tadi sedang melawan mata nya yang ingin terus tertutup. Dia sedang berperang dengan rasa kantuk nya. Benar-benar gila ni Arsenio! kasihan sekali Laura sendari tadi menjaga diri dari kantuk.


Tak terasa, jam sudah menunjuk kan pukul 12:00. Kali ini Laura memang benar-benar tidak bisa menahan dan melawan kantuk nya lagi. Akhir nya Laura pun kalah dalam perang nya melawan kantuk. Gadis itu sudah tertidur di sopa milik Arsenio. Arsenio membuka matanya, rupa nya sendari tadi dia belum tertidur.

__ADS_1


__ADS_2