
Everclear merupakan jenis minuman keras berbahan dasar biji-bijian. Pada dasar nya, minuman ini berasal dari jagung yang difermentasikan. Minuman beralkohol ini memiliki konsentrasi alkohol yang tinggi, bahkan dianggap sebagai alkohol terkuat di dunia. Kadar alkoholnya adalah sebesar 60-95 persen.
Arsenio mengambil semua botol minuman keras itu lalu mengusir semua orang dari kamar nya. Tanpa menunggu lama, Arsenio meminum Everclear miliknya. Menit demi menit berlalu, jam demi jam berlalu. Mata Arsenio sudah sangat merah di sebabkan meminum alkohol dengan kadar tinggi terlalu banyak. Mafia kejam itu benar-benar sangat kuat meminum semua alkohol. Itu bukan hitungan jari lagi tapi melebihi pemabuk normal pada umum nya.
Axel yang mendengar kabar jika tuannya meminum alkohol terlalu banyak langsung segera mendatangi nya. Dengan paksa Axel menarik botol Everclear yang tersisa. Arsenio yang tak terima minuman nya di ambil pun langsung segera menghajar Axel dengan membabi buta. "Kembalikan minuman ku berengsek!" bentak Arsenio dengan kesadaran 25 %.
"Sebaik nya anda istirahat Tuan." ucap Axel dengan wajah datar sangar nya memapah tubuh tak seimbang Arsenio. Arsenio jatuh di tempat tidur dan Axel menyelimuti nya. Tanpa hitungan menit, Arsenio menutup mata nya dengan sempurna. Setelah merasa Tuan nya tidur, Axel segera pergi mengurus semua kekacauan yang di timbulkan Alex.
***
__ADS_1
"Apakah ini enak." tanya Alex dengan sikap bersahabat. Sedari tadi mereka becanda dan tertawa bersama. Bahkan tak jarang para bawahan ikut tertawa. Kepala pelayan senang dengan kehadiran Laura. Baru kali ini dia melihat tuannya Alex tertawa bebas menampilkan senyum menawan nya.
"Sangat enak." ucap Laura dengan tubuh yang belum sepenuh nya vit.
"Baguslah jika kau suka." ucap Alex dengan tangan yang menyelipkan rambut Laura di belakang telinga nya. Laura hanya tersenyum tulus menatap Alex tanpa membalas ucapan nya.
"Dek dek dek" Jantung Alex berdetak kencang ketika Laura memberikan nya senyuman.
"Apa dada anda sakit tuan?" tanya Laura dengan polos nya sembari melirik dada Alex sekilas.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Laura." ucap Alex menutupi kegugupan nya. Laura mengangguk mendengar ucapan Alex.
Masih di halaman belakang, terdengar suara dering dari handphone milik Alex. Pria itu melihat nama yang tertera di layar itu. Dengan cepat Alex mengangkat panggilan masuk itu. Alex memposisikan handphone nya tepat di telinganya sembari berkata, "Ada apa?" tanya nya pada orang di ujung telepon. "Apa? bagaimana bisa." ucapnya terkejut dengan info yang di berikan bawahannya itu. "Baiklah." ucap Alex lalu menutup panggilan sepihak.
Alex berjalan mendekat ke arah Laura lalu menarik gadis itu masuk ke dalam mansion. Laura syok ketika Alex menarik tangan nya dengan kuat dan cepat. Tubuh kurang vit nya sesekali ingin jatuh karena tidak bisa menyeimbangkan langkahnya dengan langkah Alex.
"Vino." teriak Alex memenuhi mansion mewah nya itu.
"Iya Tuan." ucap Vino mendekat ke arah Alex dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Siapkan penerbangan. Kita akan pindah ke mansion di negara xxx." perintah Alex dengan tegas lalu menatap kepala pelayan. "Siapkan semua nya, kalian semua ikut dengan ku ke negara xxx. Jangan sampai ada satu orang pun yang tertinggal." perintah Alex dengan tegas yang membuat seisi mansion ricuh dan terburu-buru mengemas barang-barang berharga nya termasuk kepala pelayan.