World Lion Mafia

World Lion Mafia
Keluar Dari Hutan


__ADS_3

Sebelum turun dari atas pohon, Lucy mengecek keadaan di bawah sana, setelah merasa aman dan tak ada sekumpulan serigala lagi, Lucy menggendong Laura turun dari pohon yang menjulang tinggi itu. "Pelan-pelan Lucy." ucap Laura memperingati dengan tangan yang memeluk leher Lucy.


"Takut ya takut, tapi jangan nyekek jugalah!" kesal Lucy menatap kesal ke arah Laura yang terkekeh malu. Laura dan Lucy sudah begitu akrab Walaupun pertemuan keduanya begitu singkat. Tak lama Lucy merayap turun, Laura segera menurunkan kakinya dari pinggang Lucy menginjak tanah.


Lembut nya tanah di sini. batin Laura tersenyum simpul.


Lucy berjalan ke arah kardus makanan dan minuman. Gadis itu mengeluarkan buah dan air mineral. "Ada buah juga rupanya! kalau tau, dari semalam uda ku makan." ucap Lucy dengan wajah dan nada datarnya. Tak hanya mengambil untuknya, Lucy juga membawa kan buah dan beberapa cemilan untuk Laura.

__ADS_1


"Makasih." ucap Laura tersenyum dengan tangan yang mengambil makanan dari tangan Lucy.


Lucy menatap Laura dengan tatapan datarnya. Gigi kelinci itu terus mengunyah jeruk di mulutnya. "Pelan-pelan makannya, emang gak sakit kah, perutmu?" ucap Lucy sedikit khawatir dengan luka jahitan Laura.


"Sudah ngak terlalu sakit lagi Lucy." ucap Laura berbohong. Sebenarnya sendari kemarin malam, luka jahitannya berdenyut dan perih, cuma dia menahannya.


"Alah, banyak kali cerita!" ketusnya membuat Laura tersenyum malu karena sepertinya Lucy sangat peka dan paham akan kebohongan dirinya.

__ADS_1


Setelah cukup lama bersantai, akhirnya Lucy dan Laura segera meninggalkan hutan itu. Tak lupa Lucy membawah sedikit makanan dari kotak. Sebenarnya Lucy ingin membawa semua makanan itu, tetapi keadaan tidak memungkin kan sehingga dia hanya membawa makanan dan minuman seadanya. "Apa kau siap?" tanya Lucy dengan senyum devil nya. Laura mengangguk semangat. Akhirnya ketakutan nya hilang di telan hutan itu. Kini dia kembali bersemangat untuk pulang ketempat nya. Walaupun sebenarnya Laura belum tau dia mau di bawah kemana. Tetapi dia yakin dan percaya dengan gadis tomboy di depannya.


***


Di rumah mewah terlihat seorang pria habis di hajar habis-habisan oleh kaki tangan kesetiaan Inder, siapa lagi kalau bukan Marco.


Di depan pria itu terlihat Inder duduk menyender dengan tatapan nyalang ke arah pria di depannya. "Hebat sekali." ucap Inder dengan nada dingin sembari menepuk kan kedua tangannya dengan pelan. "Berapa uang yang kau gelapkan?" tanya Inder mengimitasi pria di depannya. Sebenarnya Inder sudah tau berapa nominal uang yang di gelapkan, tetapi pria itu ingin mendengar pengakuan penghianat di depannya.

__ADS_1


"Ma_maaf, kan sa_saya tuan." ucap pria itu dengan tubuh yang bergetar. Keringat dan darah bercampur dan membasahi tubuhnya. Inder tersenyum devil mendengar permohonan pria itu. Inder menatap Marco seakan memerintahkan sesuatu. Marco yang faham segera menyiksa pria di depannya.


"Aku, ampun tuan, ampun." teriak nya memohon ampun. "Saya mengakui telah menggelapkan uang sebanyak 35 miliar tuan." ucapnya membuka suara.


__ADS_2