
"Masuk yuk...siap itu kita mandi..." ucap Laura pada Odel dengan ekspresi dan wajah seimut dan selucu mungkin.
"Belendam dan ain ebek ebek ya tatak..." ucap Odel yang seketika membuat Laura sangat gemas dengan gadis kecil itu. Laura mencium Odel dengan menekan pipi tembemnya.
"Gemes banget sih..." ucap Laura sembari menggendong Odel kedalam rumah Yasmin.
Laura memandikan gadis kecil itu lalu menidurkannya. "Bu Odel nya sudah bobo." ucap laura pada bu Yasmin.
"Ya sudah Laura, kamu istirahat saja ya." ucap Yasmin pada laura.
"E..Bu, saya boleh pinjam hp ibu nggak? buat nelpon sahabat saya. Mungkin dia khawatir dengan keadaan saya." ucap Laura dengan nada yang terdengar sedih.
__ADS_1
"Tentu saja boleh Laura...Ini, pakailah." ucap Yasmin yang langsung menyerahkan handphone miliknya pada Laura.
"Beneran ni bu?!" tanya Laura yang tak percaya dan tak enak hati.
"Iyaa." ucap Yasmin sembari tersenyum.
Laura langsung menghubungi nomor sahabatnya Meme. Dia berbicara panjang lebar dan menceritakan semuanya. Termasuk menyuruh Meme agar tidak memberitahu polisi, karena dia takut pria gila yang menculiknya ikut mencelakain Meme sahabatnya. Bahkan dia memberitahu Meme bahwa untuk sementara, dia tinggal dan berkerja di rumah ibu Yasmin. "Ya sudah Laura tidak apa, yang penting kau selamat. hiks..hiks." ucap Meme dengan suara tangis yang tercekat.
Mereka terus saja mengobrol dan kangen- kangenan. Di tempat lain terlihat anak buat Arsenio sudah berada di depan kamar bos mafia itu. Dia mengetuk pintu dengan perlahan. Sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu. Axel membuka pintu untuk bawahannya itu. Dia menatap pria itu sembari menggeser kan matanya sekilas, seakan berkata 'Masuklah'. "Jelaskan!" ucap Arsenio terkesan dingin kepada bawahannya itu ketika sudah berada di hadapannya.
"Kami sudah mendapat informasi yang ada minta tuan. Dari info yang kami dapatkan, Nona Laura kabur di malam hari, tepatnya pukul tiga shubuh. Dia menyelinap di mobil para pelayan yang ingin berbelanja kebutuhan mansion seperti biasanya. Hal Itu kami dapatkan ketika sudah memeriksa semua cctv tersembunyi dan tentunya bisa menangkap objek di dalam kegelapan di mansion ini. Dan satu lagi Tuan, Nona Laura sedang berada di salah satu rumah ibu beranak satu, itu merupakan pelanggan kuenya. Dia berkerja menjadi babysister anak dari wanita bernama Yasmin." ucap anak buat Arsenio menjelaskan dengan teliti.
__ADS_1
"Wanita itu bernama Yasmin, sedangkan anaknya bernama Odel. Mereka tinggal di komplek xxx. Bahkan Nona Laura sempat menelpon sahabatnya yang bernama Meme. Para polisi juga ikut turut serta untuk mencari Nona Laura. Tetapi polisi tidak tau, jika Tuan lah dalang dari semua ini." ucap lelaki itu menjelaskan lagi dengan panjang x lebar.
"Hmm.." dehem Arsenio dengan dingin.
"Axel" panggil Arsenio pada asisten kesetiaannya itu.
"Iya Tuan." ucap Axel dengan tubuh yang mendekat ke arah Arsenio.
"Tangkap gadis itu, dan bawah dia kembali ke sini! dan, jangan lupa untuk memberikan tambahan uang untuknya." ucap Arsenio dengan dingin sembari menunjuk ke arah anak buahnya itu.
"Baik tuan." ucap Axel menuruti perintah Arsenio. Axel keluar dari kamar Arsenio yang di ikuti oleh anak buahnya. sesuai perintah, Axel mentransfer uang yang beberapa kali lipat dari gaji yang di janjikan kepada bawahananya itu.
__ADS_1