World Lion Mafia

World Lion Mafia
Pertarungan Tiga Mafia


__ADS_3

Laura yang melihat Alex yang mendekatinya segera menghindar dan mendekati Karina yang sudah lemas melihat banyak darah yang berceceran di bawah sana.


"Mbak Karin, mbak. Sadar mbak." ucap Laura panik sembari menepuk-nepuk wajah Karina yang hampir hilang kesadaran.


"Laura." panggil Alex yang sudah memegang tangan Laura dengan kuat. "Ayo ikut dengan ku." ucapnya dengan paksa. Laura mengeraskan tubuhnya agar Alex kesusahan menariknya.


Arsenio yang melihat rival keduanya itu menajam kan matanya penuh amarah. Dia sudah tak memperdulikan luka di tubuh nya lagi. Yang dia tau, Laura nya harus selamat dan ikut pulang bersamanya. "Jauhkan tanganmu itu bedeb*h sialan!* bentaknya penuh amarah dan kaki yang sudah menendang tubuh Alex. Alex yang tak siap, terjatuh tempat di bawah kaki Karina. "Sialan kau Arsenio!" teriaknya tak terima. Alex segera bangkit dan langsung menyerang Arsenio. Kali ini tidak mengunakan tenaga lagi, tetapi senjata api.


"Dor, dor, dor." suara tembakan itu terdengar amat jelas di tempat itu. Semakin banyaknya suara tebaknya, membuat warga kampung sebelah segera memanggil para polisi untuk mengamankan tempat itu.

__ADS_1


"Agr." Alex meringis ketika Arsenio berhasil menembak bahu kanannya. Begitupun dengan Inder yang sedang bertarung dengan Lucy. Dia sangat fokus melawan gadis itu sehingga tak sadar Arsenio sudah membidiknya. "Dor." Satu tembakan berhasil bersarang di dada Inder. Tak lama dari itu, sirene polisi mulai terdengar dan mendekat.


Dengan cepat, Arsenio memerintahkan seluruh anak buahnya yang masih hidup untuk pergi dari tempat itu. Tak lupa istri kesayangannya ia gendong dan masuk ke dalam mobil.


Sama halnya dengan Arsenio, Alex segera pergi bersama para anak buahnya meninggalkan tempat itu. Inder yang sudah sekarat di gendong Marco ke dalam mobil. Dengan kecepatan tinggi Marco membawa Inder ke rumah sakit terdekat. Dan tentunya mengancam para dokter agar bungkam dengan semuanya.


Inder segera di bawah ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru di dadanya. Darah banyak keluar dari sana. Mata tajam itu kini sudah tertutup. Dan Inder dinyatakan keritis di dalam sana.


***

__ADS_1


"Pelan-pelan sialan!" ucapnya membentak para dokter. Dokter tak bisa berbuat apa-apa selain menuntaskan tugasnya. Mereka tau siapa Alex, sehingga tak ada satu orangpun yang berani melawan dan membantah.


Akan ku bunuh kalian semua. teriaknya dalam hati.


Alex kesakitan karena enggan menggunakan obat bius. Dia tidak mau kesadaran nya hilang sepenuhnya. Menurutnya itu sangat payah dan lemah. "Tuan, apakah anda tidak mau di bius. Ini akan sangat menyakiti kan." ujar pemimpi operasi. "Diam, dan lanjutkan perkerjaan mu!" perintahnya tak senang melihat dokter di sampingnya. Dokter tua itu hanya menghela nafas menghadapi mafia gila di depannya itu.


***


Masih di belakang rumah Lucy. Lucy panik ketika tak mendapati Karina di belakangnya. Dia tak cemas dengan Laura, karena dia tau suaminya akan selalu menjaganya. Sedangkan Karina, wanita malang itu tak memiliki siapa-siapa selain dirinya. Tapi, dimana wanita itu? apa seseorang telah membawanya?

__ADS_1


Dimana kau Karina. batinnya dengan tubuh yang sudah bersembunyi dari para polisi. Dia tak mau para polisi menanyainya. Dan dia juga tak mau para wartawan menyorot wajahnya. Bisa semakin sulit hidupnya jika sampai dirinya terkenal.


__ADS_2