World Lion Mafia

World Lion Mafia
Marah-marah


__ADS_3

Para dokter dan perawat panik ketika tau pria penguasa itu datang ke rumah sakitnya. Para dokter mengambil Laura dan meletakkan gadis itu di kasur dorong. Dokter benar-benar memberikan penanganan yang sangat cepat untuk Laura. Bagaimana tidak cepat, orang Arsenio rumah sakit itu milik Arsenio, dan kapan pun dia mau, dia bisa memecat atau menutup tempat itu.


"Lambat sekali!" bentak Arsenio pada para dokter dan perawat yang sedang berlari mendorong Stretcher Laura.


Para dokter membawa Laura ke sebuah ruangan lalu menutupnya. Arsenio berdecak kesal ketika tak di izinkan masuk. "Berani sekali mereka mengurungku di luar!" kesal nya membuat Alex menyentuh bahu kokoh itu.


"Sabar Tuan, ini demi kebaikan Nona Laura." ucap Axel mencoba meredam amarah Arsenio.


"Sial." umpat Arsenio menendang udara di depannya. Pria galak itu sedikit tenang ketika mendengar nama Laura. Dengan pelan Arsenio mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di depan ruangan itu. Arsenio sudah terlihat seperti orang yang frustasi, lihat saja rambut nya itu, sangat acak-acakan.


"Tampan sekali." bisik-bisik para perawat dan wanita yang melewati Arsenio. Arsenio mengenakan stelan kantor, wajah putih, mata tajam, alis tebal, bibir pink, hidung mancung, tubuh kekar menjulang tinggi di tambah rambut nya yang acak-acakan membuat nya terlihat seperti raja Yunani yang berada di masa modern.

__ADS_1


Di luar rumah sakit terlihat beberapa bawahan Axel sedang menangani para polisi. Polisi yang baru tau jika yang di kejarnya adalah pembisnis kelas dunia yang terkenal kejam pun langsung meminta maaf dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Kenapa kau tak bilang jika itu mobil tuan Arsenio." kesal salah satu polisi itu.


"Mana aku tau!" ucap nya kesal membalas kekesalan teman nya.


Di depan ruangan Laura terlihat dokter dan beberapa perawat keluar dari ruangan. Arsenio langsung bangkit dan mengguncang dokter itu dengan pertanyaan nya. "Bagaimana keadaan nya? apa dia baik-baik saja? cepat katakan!" teriak Arsenio tepat di depan wajah dokter Leon.


"Dia baik-baik saja, sebentar lagi dia akan sadar. Aku sudah menyiapkan obat untuk nya di dalam." ucap Leon dengan sangat tenang.


"Bagaimana bisa dia baik-baik saja, sedangkan tangan ku hampir terbakar menyentuh kening nya." ucap Arsenio dengan nada mengerikan.

__ADS_1


Mafia gila ini terlalu berlebih-lebihan. Batin Leon kesal menatap Arsenio.


"Kau ingin mati ya!" ancam Arsenio membuat Leon kalang kabut.


"Panasnya sudah sedikit turun, kau bisa menjenguk nya sekarang." ucap Leon tanpa embel-embel tuan. "Oya ya, buka nya seingat ku di mansion mu ada rumah sakit pribadi ya? lalu kenapa kau sibuk membawa nya ke sini?" tanya Leon bingung dengan alis yang di angkat sebelah.


Benar juga ya, kenapa tak ada yang memberi tahuku? batin Arsenio kesal mengingat ucapan Leon sahabatnya.


"Kenapa? apa kau tak suka aku datang ke sini!" bentak Arsenio membuat Leon tertawa garing.


"Jangan marah, aku cuma bertanya." ucap Leon tersenyum kaku.

__ADS_1


"Pertanyaan mu itu membuat mood ku buruk!" kesal Arsenio dengan mata Ngalang menatap Leon.


__ADS_2