
Laura yang sudah tak punya jalan keluar pun akhirnya menceritakan semua yang ia alami sembari sedikit menangis. "Kasihan sekali, ayo ikut pulang bersama saya mbak." ajak ibu satu anak itu sembari menarik tangan Laura untuk masuk ke dalam mobilnya, kebetulan mobilnya tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Laura tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, dia memilih mengikuti ibu beranak satu itu.
Laura di bawah pulang ke rumah ibu beranak satu itu. Mereka berbicara panjang x lebar.
"Ini minum dulu mbak, jangan sedih...kalau apa, mbak tinggal di rumah saya saja sekalian jagain anak saya. Nanti saya gaji deh." tawar ibu beranak satu sembari tersenyum tulus.
"Mau Bu saya mau." ucap Laura dengan cepat.
"Ya sudah ya, sekarang kamu kerja sama saya." ucap ibu beranak satu lalu memeluk Laura.
Di mansion tak tau kapan sampainya, Arsenio dan Axel sedang berjalan ke arah mansion mewah itu. Arsenio memukul dan memecat beberapa pelayan. Dia sangat marah, bahkan banyak benda-benda mewah dan mahal yang menjadi sasarannya. "Cepat cari gadis itu! jika tidak dapat..! aku akan membunuh kalian semua!" ancam Arsenio dengan volume yang sangat tinggi kepada semua bawahannya termasuk Axel dan kepala pelayan. Axel sudah menggerakan semua anak buah dari world lion mafia untuk mencari Laura.
Di sebuah komplek, terlihat Laura sedang bermain dengan anak dari ibu yang membawanya pulang. Ya, itu anaknya bu yasmi, yang kemarin anaknya merengek minta di beliin kue yang di jual Laura. Sungguh kebetulan.
__ADS_1
"Makan dulu dek..." ucap Laura merayu anak bu Yasmin yang sekarang sudah menjadi majikannya.
"Ndak au.." ucap Odel anak buk Yasmin, Odel masih belum lancar dan benar dalam berbicara. Bisa di bilang Odel masih candel.
"Nggak boleh begitu Nak...kasihan kakak Laura nya.." ucap bu Yasmin yang baru saja keluar dari dalam rumahnya, kebetulan Laura dan Odel sedang berada di teras depan rumah bu Yasmin.
"Api del ndak au am, del au ain aja ma." ucapnya dengan sangat menggemaskan, mungkin siapa saja yang melihatnya akan merasa sangat geram dan gemas karena semakin lucunya anak itu.
"Odel harus mamam...biar kuat dan sehat seperti kakak Laura..." ucap Yasmin mencoba merayu balita imut itu.
"Anak mama pintar..." ucap Yasmin pada Odel dengan memberikan senyum kasih sayang.
"Nget... Pesawat meluncur..." ucap Laura sembari menerbangkan sendok seperti pesawat ke arah Odel.
__ADS_1
"Amm... nyam nyam." ucap Laura ketika satu suapan sudah masuk ke dalam mulut Odel.
"Nak." ucap Odel dengan mulut yang penuh. Pipinya semakin chuby ketika sedang mengunyah makanannya.
"Enak?!" tanya Laura pura-pura tak mendengar apa yang Odel ucapkan.
"E e.." ucap Odel sembari mengangguk dengan mulut yang masih mengunyah.
"Laura, saya ke dalam dulu ya...nanti, kalau ada sesuatu, panggil saja saya." ucap Yasmin sembari tersenyum lembut.
"Baik bu." ucap Laura membalas senyuman Yasmin.
Laura terus menyuapi Odel hingga gadis kecil itu kenyang. "Ndak au agi tatak." tolak Odel ketika Laura menyodorkan makanan ke mulutnya. Gadis itu membekap mulutnya sediri dengan kedua tangan mungilnya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau Odel nggak mau." ucap Laura yang tidak mau memaksa balita imut itu.