World Lion Mafia

World Lion Mafia
Pembalasan Arsenio


__ADS_3

Rencananya gagal, Alex segera mengetahui perbuatannya. Sudah berapa kali Alex kecolongan sehingga dia membuat pertahanan yang kuat di kediamannya. Pria itu segera berlari menuju mobilnya. Alex dan beberapa anak buahnya segera mengejar mobil itu. "Dor." satu tembakan melesat menghantam kaca belakang mobil kencang itu. Sayang, peluru Alex tak bisa menembus kaca mobil itu.


"Sial*n kau Arsenio." umpat Alex bisa langsung menebak.


"Tuan, sepertinya kita tak bisa terus mengejar mobil itu sampai ke kediamannya. Mereka jauh lebih banyak daripada kita." ucap Vino membuat Alex pasrah dan memutar balikkan mobilnya.


"Sial!" umpatnya meninju kursi mobil.


Mobil yang di tumpangi Karina memasuki kawasan mansion Arsenio. Setelah mobil berhenti, dua pria besar mengangkat tubuh Karina dan membawanya ke ruang bawah tanah. Dengan kasar para pria itu meletakkan Karina di kurungan yang sama dengan Sela. Sela tertegun melihat wanita itu di lempar dengan kasar oleh para pria itu. Kepala Karina terbentur cukup kuat.


Sela yang sendari tadi sadar dari pingsannya segera menghapus air matanya lalu mulai mendaki wanita di depannya. Sela memangku kepala wanita itu sembari menepuk pelan wajahnya. "Bangunlah." ucapnya dengan suara yang lirih takut para penjaga mendengar nya. "Hey." panggilnya terus-menerus.

__ADS_1


Di lantai atas tepatnya di kamar Arsenio dan Laura. Terdengar ketukan pintu dari luar. "Tok tok tok." Arsenio berteriak dari dalam kamar mengizinkan seseorang di luar sana untuk masuk. Anak buah kepercayaan di bawah Axel masuk ke dalam dan mengkode hasil penangkapan nya. Arsenio yang sadar dan paham segera pergi meninggalkan Laura. Laura hanya diam memperhatikan bos dan bawahan itu. "Cklek." Arsenio menutup pintu secara perlahan.


"Dimana wanita itu." ucapnya dengan ketus sembari berjalan dengan cepat.


"Di ruang bawah tanah Tuan." ucap pria itu mengikuti langkah panjang Arsenio.


Tak lama berjalan, akhirnya Arsenio dan anak buahnya masuk ke dalam ruang bawah tanah Semua yang berpapasan dengan Arsenio memberi salam hormat. Arsenio menghenti kan langkahnya tepat di depan penjara Sela dan Karina. "Hmm." deheman amarah terdengar menyeramkan di ruangan itu. Sela diam meringsut menatap takut pria di depannya.


"Baik Tuan." ucapnya segera melakukan hal yang sama seperti membangun kan Sela.


"Byur." air dingin membasahi tubuh wanita malang itu.

__ADS_1


"Uhuk, uhuk, uhuk." Karina terbangun dalam keadaan terbatuk-batuk. Mata Karina melebar ketika mendapati dirinya berada di tempat yang menyeramkan. Mata itu semakin takut melihat pria bermata tajam di depannya.


"Dimana aku? dan siapa kalian?" tanyanya dengan nada sedikit bergetar.


"Siapa yang mengizinkan mu menggunakan ginjal istriku." tanyanya dengan nada dingin tak bersahabat. Karina menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan ucapan Arsenio.


"Apa maksudmu?" Karina berusaha memberanikan dirinya.


"Kau dan suamimu sama saja, sama-sama berengs*k!" bentak Arsenio sembari mengulurkan tangannya seakan meminta cambuk yang ia gunakan untuk menyiksa Karina. Sela menggeleng memohon agar Arsenio tidak melakukan hal yang sama kepada Karina.


"Jangan sakiti dia. Tolong, lepaskan dia." ucap Sela memohon kepada Arsenio.

__ADS_1


Arsenio tersenyum devil melihat Sela di depannya. "Bawah mereka berdua ke hadapanku." ucap Arsenio dengan rahang yang mengeras. Dengan cepat beberapa anak buah Arsenio berjalan dan menarik paksa tubuh Sela dan Karina.


__ADS_2