
Di kediaman Inder, tepatnya di ruang kerja. Terlihat mata tajam itu menatap gambar di atas mejanya dengan jari-jemari yang mengetuk meja di depannya. Senyum devil mulai terbit dari bibir sexy nya. Di depan Inder terlihat seorang pria berbaju hitam sedang menjelaskan semua informasi yang ia dapatkan.
Di ruang kerja itu terdapat 3 orang, yaitu, Inder, Marco dan anak buah the craziest mafia yang bertugas di bagian Intelijen. Marco duduk di sopa yang tak jauh dari meja Inder. Bos dan anak buah itu seakan seperti lem yang tak bisa lepas dan berjauhan. "Jadi ini istri bedeb*h sialan itu? cantik." ucapnya tersenyum menyeringai dengan kepala yang mengangguk dengan pelan. Inder mengalih kan pandangannya ke arah Marco seakan memberi isyarat suatu tugas. Marco yang sudah paham dengan gaya bahasa pengodean Inder hanya mengangguk pelan dengan mata tajam yang tak berkedip.
__ADS_1
Setelah selesai menyampaikan informasi, pria intelijen itu segera pergi dengan uang sekoper di tangannya. Inder tetap duduk tenang di kursi kerjanya dengan bangku yang di gerakan ke kanan dan ke kiri. Mata tajam menatap ke ara Devan dengan tersenyum devil mengingat rencana liciknya.
***
__ADS_1
Di perusahaan raksasa milik Alex, terlihat pria itu sedang geram dengan penyerangan Arsenio di salah satu markasnya. Alex yang geram segera mengerahkan semua anggota nya untuk menyerang mansion Arsenio. Alex memperingatkan para anggotanya agar tidak menyakiti Laura dan meminta mereka untuk menculiknya.
Tak berbeda dengan Laura, Meme pun mengalami hal yang sama. Gadis itu pingsan di sebabkan menghirup asap terlalu banyak. Hampir semua pelayan pingsan di sebabkan bom asap itu. Hanya pak Mun dan beberapa pelayan yang selamat dari bom asap. Tak ada yang menyadari jika salah satu anak buah Alex sudah berada di dalam kamar Laura dengan mengendarai helikopter anti pelurunya. Pria itu segera menggendong Laura dan meninggalkan Meme yang sudah tergeletak tak berdaya.
__ADS_1
Setelah sampai di helikopter, anak buah Alex itu segera membawa Laura untuk masuk ke dalam helikopter yang sudah siap siaga di depan jendela. Setelah Laura sudah aman di dalam sana, helikopter itu segera pergi dengan cepat. Arsenio yang menyadari penyusup jalur udara itu sangat marah dan melepaskan semua pelurunya ke helikopter itu. Arsenio menyuruh Axel mengatasi para musuh yang tersisa. Dengan kaki panjangnya, Arsenio menaiki tangga menuju dimana Laura berada.
Mafia kejam itu panik memikirkan keadaan Laura yang berada di atas sana. "Bruk." Arsenio mendobrak pintu dengan keras. Pria itu menampilkan wajah memerah menahan amarah. "Sialan kau Alex! akan ku bun*h kau bedeb*h." teriak Arsenio yang tak mendapati Laura di sana. Arsenio mendekati Meme yang tergeletak pingsan. Dengan cepat pria itu membaringkan tubuh Meme lalu membaring kan nya di atas ranjang.
__ADS_1