World Lion Mafia

World Lion Mafia
Terbodoh


__ADS_3

"Maaf kan saya tuan, cincin anda belum ketemu." ucap Laura dengan kepala menunduk menahan lelah.


Arsenio merogoh saku celana nya seperti mengambil sesuatu. Pria gila itu mengeluarkan tangan nya dari saku celana lalu tersenyum melihat benda bulat kecil di tangan nya. "Pergilah, aku sudah menemukan nya." ucap Arsenio dengan senyum devil menatap cincin di tangan nya.


Laura yang mendengar hal itu langsung menegakkan kepala nya tak percaya. Wajah lusuh nya terbodoh melihat cincin di tangan Arsenio. What? bagaimana bisa pria gila itu memerintah kan nya untuk mencari cincin berjam-jam di kamar seluas lapangan itu.


Sampai kapan pun tak akan pernah ketemu jika cincin itu berada di saku celana nya! Dasar gila! aku membuang waktu berjam-jam dengan sia-sia. Huh,,, sabar Laura,,,,sabar,,, Batin Laura geram dan kesal dengan tingkah semena-mena Arsenio.


"Kenapa wajah jelek mu? apa kau tak senang membantu ku!" sentak Arsenio dengan mata tajam menatap Laura.

__ADS_1


"Tidak tuan, sayang sangat senang dan merasa terhormat bisa membantu orang sehebat anda." ucap Laura memuji Arsenio dengan perasaan terpaksa. Dia tak akan menang jika beradu argumen dengan pria gila di depan nya ini.


"Baguslah kalau kau tau." ucap Arsenio lalu melangkah kan kaki nya menuju ranjang. Pria itu menduduk kan tubuh nya di atas ranjang lalu menyuruh Laura mendekat dengan isyarat dua jari nya. Laura sudah mulai paham dengan kebiasaan Arsenio. Pria itu tak akan membiarkan diri nya pergi sampai sepatu nya terbuka.


Setelah Laura selesai membuka sepatunya, Arsenio mendorong tubuh Laura dengan jari telunjuknya. "Menjauh lah gadis bodoh, kau sangat bau. Apa kau tidak mandi!" hina Arsenio dengan tangan yang mengipas- ngipas udara di depan hidung nya.


"Bagaimana mau mandi jika pria gila ini mengancam dan menyuruh ku mencari cincin tak berguna nya itu." gumam Laura pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Arsenio.


"Tidak tuan, saya hanya merasa senang karena telah membantu anda." ucap Laura mencari berbagai alasan agar Arsenio tak memarahi nya lagi.

__ADS_1


"Hm, pergilah." usir Arsenio dengan tangan yang di punggung tangan yang di kibaskan mengusir Laura.


Laura segera keluar dari kamar Arsenio lalu berjalan menuju kamar nya. Gadis itu sudah sangat risi dengan tubuh nya yang dekil dan bermandikan keringat. Keringat itulah yang membuat bau tubuh nya merusak penciuman Arsenio.


***


Waktu menunjukkan pukul 00:00, terlihat Laura mendekap tubuh nya di bawah selimut. Gadis itu meriang dan merasa dingin di sekujur tubuh nya. Jam demi jam terus berlalu, matahari mulai menerangi mansion mewah dan besar itu. Laura yang tak bisa tidur kemarin malam kini bisa memejam kan mata indah nya dengan nyenyak.


Gadis itu menampilkan wajah tak berdaya, lihat saja wajah nya, pucat dan terdapat lingkar coklat di sekitar mata indah nya. Laura yang memang sangat lelah dan mengantuk, tidak melihat jam dan memperdulikan keadaan di sekitar nya. Dia menggeliatkan tubuh nya mencari posisi ternyaman di bawah selimut.

__ADS_1


Waktu terus berjalan, sedikit cahaya masuk ke sela-sela gorden mengenai wajah Arsenio. Arsenio yang merasa silau mulai terbangun dari tidurnya lalu mengangkat sebelah tangan nya menghalau cahaya pagi itu. Dengan perlahan, tubuh tegap dan berotot itu mulai bangkit dari tidur nya.


__ADS_2