World Lion Mafia

World Lion Mafia
Penjelasan Alex


__ADS_3

"Maaf Tuan." ucap Vino menahan tawa nya di balik wajah datar nya. Laura melirik ke arah Vino dengan senyum di bibir nya. "Apa anda baik-baik saja Tuan? apa mau saya ambilkan minum?" tanya Laura dengan penuh kehangatan membuat hati Vino tersentuh karena di perhatikan.


"Hm,,," Alex mengkode Vino agar tidak menerima tawaran Laura. Vino yang melihat gelagat tak suka Tuan nya itupun menggaruk tengkuknya yang tak gatal sembari berkata, "Tidak usah Nona, saya baik-baik saja." ucap Vino dengan tawa canggung lalu segera pamit pergi meninggalkan Alex dan Laura berdua.


"Tuan, hm,,," ucap Laura memandang Alex dengan wajah sedikit ragu. Alex yang melihat wajah itu seakan mengerti dengan pertanyaan yang akan di lontarkan Laura.


"Mari duduk." Ajak Alex menggiring Laura agar duduk bersama nya di sopa ruang tamu.


Laura mengikuti kemauan Alex dengan mata yang menunggu kata yang keluar dari mulut merah itu. "Huh..." Alex menghela nafas sebelum menjelaskan sesuatu pada Laura. Pria itu terlihat ragu untuk memulai pembicaraan. Laura mengangkat tangannya dengan perlahan lalu menyentuh pipi Alex dengan lembut.

__ADS_1


"Katakanlah Tuan, aku mendengar mu." ucap Laura tanpa bahasa formal. Alex yang di perlakukan dengan lembut sangat tersentuh dan berbunga-bunga. Kali ini hati nya tak salah, dia benar-benar sudah jatuh cinta pada gadis di depan nya ini.


Dia sangat berbeda dengan wanita yang berada di luar sana. Gumam Alex dengan hati yang menghangat.


"Waktu kita berada di taman, kau lihat kan ada yang menelpon ku?" tanya Alex dengan tangan yang menggenggam Tangan dingin Laura. Alex yang merasa tangan Laura dingin mengerutkan keningnya sembari berkata, "Dingin sekali tangan mu Laura, apa kau baik-baik saja?" tanya Alex dengan wajah khawatir.


"Aku baik-baik saja tuan." ucap Laura tersenyum dengan wajah yang sedikit berkeringat. Alex mengangguk lalu melanjut kan cerita nya yang sempat terhenti.


"Kenapa mereka ingin merusak dan menghilangkan nyawa seseorang Tuan." tanya Laura dengan wajah takut bercampur panik.

__ADS_1


"Mereka ingin menghancurkan ku, mereka ingin membalas dendam." ucap Alex dengan wajah datar menatap ke arah lain.


"Tu-tuan..." ucap Laura dengan nada yang sedikit bergetar menahan takut. Alex tersenyum lucu melihat wajah ketakutan Laura. "Tenang lah baby girl, kau akan aman bersama ku." ucap Alex mencoba menenang kan Laura dengan tangan yang mengelus telapak tangan gadis itu.


***


"Bagaimana, apa kau sudah menemukan nya?" tanya Arsenio pada Axel kaki tangan nya. Pria itu sudah kembali segar setelah berendam air dingin. "Seperti informasi yang anak buah kita dapatkan tuan, pesawat yang di tumpangi rival anda Alex, membawah nona Laura ke Amerika." ucap Axel memberitahu semua informasi yang ia dapatkan.


"Siapkan penerbangan, kita akan terbang ke Amerika sekarang." perintah Arsenio yang di angguki Axel.

__ADS_1


Aku akan merebut mu dari sih bedeb*h sial*n itu. Batin Arsenio dengan aura yang sangat dingin.


__ADS_2