World Lion Mafia

World Lion Mafia
Kembali Ke Mansion Arsenio


__ADS_3

Beberapa jam di jalan, kini Mobil Arsenio memasuki kawasan mansion tengah hutan nya. Laura menghela nafas dengan wajah sedih dan lesu. Dia harus kembali dan tinggal di neraka dunia yang berkedok mansion itu. Mobil yang di kemudikan oleh Axel berhenti tepat di depan pintu mansion besar itu. Para pelayan dan penjaga sudah berbaris rapi menyambut kedatangan Arsenio.


Nila membesarkan mata nya ketika melihat Laura keluar dari dalam mobil. Arsenio berjalan dengan tangan yang menggandeng tangan Laura. Laura mengikuti langkah Arsenio dengan mata yang melihat ke arah karpet merah di bawah nya. Sudah seperti di istana dongeng saja mansion Arsenio. Arsenio melihat ke arah Laura dengan sedikit menyentak tangan Laura. Laura yang menunduk tiba-tiba saja mendongakkan wajah nya menatap Arsenio. Pandangan teduh nya bertemu dengan mata elang Arsenio.


"Sore Tuan." ucap semua yang berada di sana. Mereka memberikan anggukan hormat pada Arsenio dan Laura.

__ADS_1


"Hm." seperti biasa Arsenio menyahut dengan deheman dingin khas nya. Kaki panjang itu terus melangkah masuk ke dalam mansion dengan tangan yang terus menggandeng Laura.


Di belakang yang tak jauh dari Arsenio, terlihat Axel melemparkan kunci pada supir agar memarkirkan mobil nya di tempat semesti nya. Pria bengis nan arogan itu menyusul Arsenio. Mata elang nan menusuk nya melihat genggaman erat Arsenio. Axel tetap pada wajah datar nya walaupun sebenar nya ia ingin tersenyum dengan tingkah pria di depan nya. Saat ini menjaga image lebih penting bagi nya dari pada menampilkan senyum bodoh di depan para pelayan dan bodyguard.


Laura menjadi salah tingkah dan malu sendiri. Dia sangat merasa aneh dengan perlakuan Arsenio terhadap nya. Bukan nya pria gila itu enggan dan jijik menyentuh nya, tapi kenapa ini? kenapa tangan besar nan lebar itu tak melepas tangan kotor nya? Laura stres dan kaku di buat nya.

__ADS_1


Setelah Laura duduk, Arsenio memiringkan tubuh nya menghadap Laura. Wajah itu menatap datar gadis di depan nya. Laura yang di tatap langsung mengalihkan pandangan nya ke arah bawah. Tangan Arsenio yang kosong, bertumpu pada kepala sopa. Mata tajam itu terlihat sedang mengimitasi tahanannya. "Kau tau apa kesalahanmu?" tanya Arsenio dengan wajah dingin dan mata yang tetap fokus menatap Laura.


Laura bungkam dengan pertanyaan Arsenio. Gadis itu merasa dia tak melakukan kesalahan apapun. Kesalahan apa? wajar jika dia ingin lepas dari genggaman Arsenio karena Laura manusia yang ingin terbang bebas menjalani hidup nya. Lalu kenapa pria bodoh di depan nya ini bertanya. Apa dia benar-benar sudah gila. Fikiran Laura sedikit kacau saat ini. Dia masih tak menyangka jika mengalami hal tak mengenakan ini lagi.


Arsenio kesal dengan ke bungkaman Laura. Tangan kokoh yang bertumpu di sopa itu bergerak memegang rahang Laura. Tangan nya sangat besar dan berurat. Wanita manapun yang melihat nya bisa berteriak histeris. "Tatap mata ku!" bisik Arsenio dengan penuh penekanan. Bisikan itu terdengar menyeramkan di telinga Laura. Hembusan nafas itu menerjang leher Laura.

__ADS_1


__ADS_2