
"Nona Sela pasti akan habis di tangan rival anda Tuan." ucap Marco dengan ekspresi dan nada dingin nya. Inder mengangguk pelan menyetujui perkataan kaki tangan nya itu.
"Bukan hanya dia, Arsenio dan Alex juga akan mengincar kita, terutama aku!" ucap Inder tanpa getar. Bukan nya takut, mafia gila nan licik itu tersenyum devil membayangkan diri nya berperang dengan dua mafia tingkat dunia yang sama seperti nya. "Aku sangat menantikan hal itu." ucap Inder lalu meneguk habis wine di gelas mungil nya.
***
Di markas Arsenio, tepat nya di ruang bawah tanah milik nya. Arsenio belum berhasil menangkap Sela. Kini mafia berdarah dingin itu melampiaskan amarah nya pada para tahanan nya. Terutama kepada anak buah Inder dan Alex. Arsenio sudah tau, jika semua kejadian ini tak lain adalah ulah dari rival nya Inder. Tidak tau apa salah nya, tetapi mafia terkuat di dunia itu tak henti-hentinya mengangguk dan mengusik nya. Bahkan rencana yang ia buat mampu membuat dirinya dan Alex saling menyerang.
Awas kau Inder, aku akan membunuhmu! batin Arsenio geram dengan urat tangan yang mengeras.
__ADS_1
"Aku tidak mau tau, kalian harus segera menemukan mereka!" perintah Arsenio dengan nada tegas bercampur amarah.
Para anak buahnya kalang kabut dan terlihat sangat lelah dengan semua perintah Arsenio.
Sayang,,,dimana kau. Kembalilah. batin Arsenio sangat pilu. Wajah nya boleh tampak biasa saja, tetapi tidak dengan hatinya yang sangat retak bahkan hancur. Sepatu hatinya menghilang, hal itu membuat hari Arsenio suram.
***
Dia tak tau jika para mafia tengah mengincar keberadaan. Mungkin saat ini diam baik-baik saja, tetapi tidak untuk hari esok. Bersiaplah menerima hukuman mu Sela!
__ADS_1
"Hay baby." sapa pria bule kenalan Sela di Rusia. Sela tersenyum menanggapi sapaan teman prianya itu. Dalam keadaan mabuk Sela memeluk pria itu.
"Hay beb." balas Sela dengan kondisi tubuh yang sudah mabuk.
"Apa kau menginginkan sesuatu?" tanya pria itu terlihat sangat menggoda. Buka sela namanya jika tak melakukan hal itu pada semua pria. Hubungan haram itu sudah menjadi hal biasa dalam hidupnya. Dia tak malu dengan semua pria yang menidurinya. Dasar bunga bangkai menjijikkan. Nikmati kebebasan mu sekarang, sebelum Arsenio melemparkan mu ke kadang singa!
***
Waktu terus berjalan, kini waktu pagi telah tiba. Aroma hutan tercium sangat segar di penciuman Lucy dan Laura. "Segar sekali." ucap Laura dengan mata yang masih tertutup.
__ADS_1
"Selamat pagi dunia tipu-tipu,,," ucap Lucy dengan sangat cerita seperti di pagi sebelum -sebelum nya. "Ah, aku suka aroma pagi." ucapnya dengan senyum manis yang mekar seperti bunga Camelia di musim dingin. Lucy mengalihkan pandangan nya ke arah Laura. Dengan pelan, Lucy mengulurkan tangan nya lalu mengusap wajah cantik Laura. Laura yang merasakan sentuhan lembut itu terbangun dari tidur nya.
Karena merasa Laura sudah terbangun, Lucy menghentikan elusan tangannya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Sangat aneh, wajah ceria itu berubah datar dengan begitu cepatnya.