World Lion Mafia

World Lion Mafia
Menyiapkan Keperluan Arsenio


__ADS_3

"Tidak tuan, justru saya merasa senang jika orang seperti anda mau memakan makanan kampung yang saya masak." ucap Laura tanpa melihat wajah Arsenio.


"Kalau berbicara, tatap mata ku!" ucap Arsenio dengan kesal ketika Laura terus menunduk kan kepala nya.


"Iya Tuan." ucap Laura dengan kepala yang masih menunduk.


"Angkat kepalamu!" bentak Arsenio dengan suara petir nya. Laura mengelus jantung nya yang berdetak tak karuan lalu mengangkat kepala nya perlahan menatap Arsenio.


Hari semakin mendung, kini Laura dan Arsenio segera pergi dari gubuk taman lalu masuk ke dalam mansion.


Di mansion terlihat Laura berjalan dengan kepala menunduk mengikuti langkah panjang Arsenio. "Bug." Laura menabrak punggung kokoh nan keras itu. Laura mengelus jidat nya yang sedikit sakit. Arsenio berhenti mendadak dengan kepala miring ke samping dan lirik kan mata yang tajam.


"Jauh kan tubuh kotor mu itu!" ucap Arsenio membuat Laura mundur secara spontan.

__ADS_1


"Pakai mata jelek ku itu ketika jalan." ucap Arsenio dengan datar lalu melanjut kan langkah kaki nya menaiki tangga menuju kamar nya.


Setelah lama berjalan, kini Laura dan Arsenio berada di dalam kamar. Arsenio membuka jas kerja nya lalu duduk di ranjang dan menatap Laura dengan tajam. "Apa yang kau lakukan? cepat siap kan air!" perintah Arsenio dengan nada tinggi.


Apa rahang nya tak takut bergeser sendari tadi berteriak terus. Batin Laura dengan kaki melangkah cepat ke dalam kamar mandi.


Laura menghidupkan keran mengisi air dalam bak mandi, tak lupa gadis itu menuangkan wewangian dan menghidup kan pengharum uap di kamar mandi. Setelah selesai menyiap kan kamar mandi, Laura pun keluar memberitahu Arsenio.


"Hm,," Arsenio hanya berdehem lalu segera pergi ke kamar mandi.


Setelah Arsenio masuk ke dalam kamar mandi, Laura pun dengan cepat masuk ke ruang ganti dan menyiapkan pakaian santai untuk Arsenio. Kali ini pilihan baju yang di ambil Laura yaitu celana pendek berwarna krem dan kaus putih polos yang sangat lembut. Tak lupa Laura juga menyiapkan alas kaki yang lembut untuk Arsenio.


Setengah jam berendam, kini Arsenio keluar dengan kimono putih nya. Arsenio duduk di sopa yang berada di kamar nya. Pria tampan berambut basa itu menatap Laura seakan berkata 'Keringkan rambut ku' tapi sayang seribu sayang Laura tak dapat mengerti bahasa luar angkasa Arsenio. Gadis itu hanya bisa berdiam diri menatap dan menunggu mulut sexy nan pedas itu berbicara.

__ADS_1


Arsenio melempar kan handuk kecil tepat mengenai wajah Laura. "Kenapa kau berdiam diri di situ? cepat keringkan rambut ku bodoh!" Bentak Arsenio gemas dengan keleleran Laura.


"Lambat!" ucap Arsenio ketika Laura sudah menyentuh rambutnya.


"Maat Tuan." Maaf adalah senjata ampuh untuk menyelamatkan diri dari amukan singa gila di depannya.


"Cih, muak sekali mendengar kata maaf dari mulut jelek ku itu!" decit Arsenio membuat Laura memberikan wajah jelek tanpa Arsenio sadari.


"Lama sekali kau mengeringkan rambut ku! kalau ada bom, mungkin kau sudah mati bodoh." ucap Arsenio lagi-lagi mengeluarkan kata-kata pedas nya.


Sebenar nya dada Laura sudah sangat sesak mendengar hinaan dan umpatan Arsenio, tapi apalah daya, dia hanya bisa memendam dan menelan semua itu dengan keberanian.


Setelah selesai mengeringkan rambut Arsenio, kini Laura keluar dari kamar itu karena Arsenio hendak mengistirahatkan tubuh nya.

__ADS_1


__ADS_2