World Lion Mafia

World Lion Mafia
Hutan


__ADS_3

Karena merasa sudah jauh, tiga pria itu meletakkan dan menyenderkan tubuh lemah Laura di bawah pohon yang cukup rindang. Setelah merasa cukup, orang suruhan itu segera pergi meninggalkan Laura sendiri di dalam hutan. Laura tak sadar jika dirinya sudah berada di dalam hutan di sebabkan dirinya yang kembali tertidur karena pengaruh sisa obat bius di tubuhnya.


Waktu terus berlalu, tak terasa hari sudah mulai gelap. Laura mulai sadar dari tidurnya. Tangan cantik nan lentik itu mengusap kelopak matanya yang terlihat membengkak dan sembab. Perlahan, Laura membuka matanya dan mencoba melihat keadaan di sekitarnya dengan perlahan. Laura masih belum sadar dengan kondisi nya saat ini. Dia merasa bahwa dia sedang bermimpi. Laura mencoba memejamkan matanya lagi seakan ingin terbangun dari mimpi. "Deg!" Laura repleks membuka matanya terkejut dengan kondisi di sekitarnya.


Perlahan tubuh mungil itu bangkit dengan wajah ketakutan menatap pepohonan dengan cuaca yang semakin gelap. "Dimana aku?" ucapnya dengan nada syok. Matanya tak henti-hentinya menatap pepohonan di sekelilingnya. Pandangan Laura jatuh pada beberapa kota. Karena penasaran, wanita itu beranjak dari duduknya mendekat tiga kotak yang tertumpuk. Laura membuka kotak besar itu satu persatu. Betapa terkejutnya dia melihat beberapa makanan dan minuman. Dia merasa semua ini tak nyata. Bagaimana bisa orang-orang tega menyakiti nya bahkan sampai membuangnya kedalam hutan.

__ADS_1


Laura mengambil satu botol mineral lalu meminumnya. Dia benar-benar sangat haus sejak pagi tadi. Setelah menghabiskan sebotol mineral, Laura duduk menyender di pohon besar tempat ia tertidur tadi. Kedua tangannya memeluk kedua lututnya dengan kepala yang tenggelam di lututnya. Laura menangisi nasibnya. Hari yang semakin gelap membuat tangis itu semakin menjadi. Laura sangat takut, apalagi sendari tadi dia mendengar suara lolongan serigala. Bagaimana jika kawanan serigala itu menemukan dan memakannya. Tamatlah sudah semuanya.


"Hiks,hiks,hiks." tangis Laura sedikit mengecil ketika mendengar suara ranting dan daun kering yang di injak. Laura sangat was-was seakan merasakan seperti ada yang datang dan mendekat. Tangan itu semakin mengeratkan pelukannya pada kedua lututnya. Laura menahan suaranya agar tak di dengar hewan buas. "Hiks!" Laura terkejut ketika merasakan sebuah tangan menyentuh bahu kirinya.


"Hey." terdengar suara yang sedikit datar. Laura yang mendengar suara itu semakin ketakutan, dia mengira bahwa itu adalah suara penunggu hutan yang sedang memanggil nya.

__ADS_1


"Ja_ja_ngan gang_gu a_ku." ucap Laura kaku dengan nada yang gemetaran tanpa melihat orang di belakangnya.


Wanita di belakangnya mengernyit heran melihat gadis malang itu. "Apa kau baik-baik saja?" tanya gadis itu menetralkan suara tak bersahabat nya. "Kau kenapa? jangan takut! aku tak akan mencelakaimu!" ucap Wanita itu dengan nada yang semakin lembut. Dia paham bahwa wanita di depannya itu sedang ketakutan. "Angkat wajahmu." perintahnya sembari tetap memperhatikan perilaku Laura dengan mata tajamnya.


Dengan ragu-ragu Laura mengangkat kepalanya dan melihat orang yang berada di belakangnya. Tubuh Laura masih gemetar takut. Wanita di belakang Laura tersenyum devil melihat ketakutan Laura. "Siapa kau? dan kenapa jam segini berada di tengah hutan?" tanya wanita itu dengan mata yang melirik kotak makanan Laura sekilas.

__ADS_1


__ADS_2