
Di hutan, terlihat Laura dan Lucy tertawa dan bercanda ria. Lucy selalu usil di sepanjang perjalanan menuju jalan keluar hutan. Tak lama mereka berjalan, hanya beberapa menit Lucy dan Laura berhasil keluar hutan. Ini terjadi sebab Lucy sudah sering keluar masuk hutan, sehingga dia tau dan muda mencari jalan keluar. Di pertengahan jalan Laura terlihat kelelahan, sehingga Lucy harus menggendong nya. Laura tersenyum di gendongan Lucy. Baru kali ini dia bertemu orang sebaik itu.
Di tengah jalan, sayup-sayup Lucy mendengar teriakkan seseorang dari arah barat. Karena penasaran Lucy mendekati asal suara itu dengan Laura yang tertidur di gendongan nya. benar-benar kau Laura. Apa kau kira Lucy itu robot yang tak lelah menggendong mu. Setelah sampai di asal suara. Lucy mencoba memicingkan matanya melihat objek kecil di depannya. Semakin lama objek kecil itu semakin terlihat.
"Laura bangun." bisik Lucy sembari menepuk tangan Laura berulang. Kali, karena Laura tak bangun. Lucy pun menurunkan Laura dari gendongan. Laura tersentak dan refleks membuka matanya. Tangan kecil itu mengucek kelopak matanya sembari menatap heran ke arah Lucy. Suara teriakkan yang di dengan Lucy tadi semakin kuat. Lucy dan Laura bisa melihat wanita di depannya. Laura segera memeluk Lucy takut melihat seorang wanita di kejar sekelompok pria. Jika di lihat, wanita itu seperti hendak di perkosa.
"Bruk." wanita itu menabrak tubuh Lucy dengan nafas ngos-ngosan. Lucy bisa merasakan tubuh gemetar dan panik wanita itu.
__ADS_1
"Hey, serahkan wanita itu!" bentak salah satu pria di depannya. Lucy menatap wanita di dekapannya sesaat dan menyuruh Laura untuk memeluk wanita itu. Karina dan Laura berpelukan dengan tubuh yang sama-sama takut. Karena mereka sudah ketakutan tak peduli lagi dengan siapa dia berpelukan.
"Jangan ganggu dia!" tegas Lucy dengan wajah datarnya.
"Jangan ikut campur!" bentak pria itu lalu mengode teman-teman untuk menyerang Lucy. Bukan Lucy namanya jika tidak bisa mengelak dan menyerang balik.
Pantas dia tak merasa lelah menggendong ku, lihat saja, tenaganya sangat kuat. batin Laura dengan mulut sedikit terbuka.
__ADS_1
Karina yang masih merasa ketakutan terlihat enggan melepas pelukannya dari Laura. Laura yang menyadari itu mengelus kepala dan punggung wanita itu. "Apa mbak baik-baik saja?" tanya Laura sangat prihatin. "Ayo duduk dulu." ucap Laura menuntun Karina untuk duduk bersamanya. "Lu, apa mineral kita masih ada?" tanya Laura menatap Lucy dengan tangan yang tak berhenti menenang kan wanita di pelukannya. Lucy mengangguk cuek sembari mengeluarkan sebotol mineral dari dalam sweater nya. Laura segera mengambil air itu lalu memberikan nya kepala Karina.
Dia terlihat sangat haus. batin Laura terus menatap Karina yang meminum airnya dengan cepat.
"Ada apa?" tanya Lucy membuat Karina menangis mengingat suaminya yang telah di tangkap orang tak kenal. "Maafkan aku, mungkin lain kali saja ceritanya." ucap Lucy sembari menghapus air mata di wajah Karina.
Karina masih sesenggukan dengan mata sembabnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kita segera pergi, takutnya mereka kembali." saran Lucy yang di angguki Laura. Mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.