
Mata jenuh nan datar itu mengalihkan wajahnya ke arah Axel. Meme menatap wajah datar di depan nya. Dengan perlahan, Meme memajukan tangannya dan mencolek kaki Axel. Axel yang merasakan sentuhan itu segera mengalihkan pandangan nya menatap Meme. Meme langsung tersenyum canggung melihat Axel yang menatapnya. Axel tak mengeluarkan sepatah katapun pada gadis itu.
"Tuan." panggil Meme dengan sangat lembut.
"Hm." dehem Axel dingin.
"Tuan, bisa minta tolong tidak?" ucap Meme menatap dengan wajah melas. Axel belum mengeluarkan sepatah katapun. "Please." nada itu benar-benar sangat halus.
"Kenapa!" tanya Axel ketus menatap datar gadis di depan nya.
__ADS_1
"Tuan, bisakah kau memotret ku?" tanya Meme dengan penuh hati-hati.
Axel menghela nafas dengan gadis kampung di depannya ini. Tanpa menjawab, Axel mengulurkan telapak tangannya seakan berkata, 'kemari kan handphone mu' itulah sekiranya yang ada di benaknya. Dengan senyum malu bercampur canggung ia berkata, "Pakai handphone Tuan dulu ya, saya gak ada handphone." ucap Meme dengan wajah sendu mencoba membuat Axel kasihan terhadapnya.
Dasar gadis kampung yang malang. batin Axel sedikit iba dengan gadis di depannya.
"Cepat berpose, karena aku akan memotret dengan cepat!" ucap Axel dengan nada tegas membuat Meme cemberut sekaligus terburu-buru memposisikan tubuhnya. Belum sempat Meme berpose dengan baik, Axel langsung mengambil gambarnya. Setelah itu dia menutup dan menyimpan handphone miliknya.
Foto macam apa itu? belum beberapa detik dia mengambil nya, bahkan aku belum sempat berpose cantik. batin Meme kesal dengan sikap Axel.
__ADS_1
Tanpa Meme sadari, Axel tertawa dalam hati. Dia sangat senang membuat gadis di depannya kesal dan marah. Wajah dan hati benar-benar jauh berbeda ya. Karena hal itu, Meme cemberut di sepanjang malam. Dia sudah tak berminat untuk bermain lagi. Moodnya sudah sangat hancur sekarang. Kebencian nya kepada Axel semakin membesar. Suatu saat dia akan membalas perlakuan buruk itu.
***
Setelah puas berkeliling dan bermain, mereka memutuskan untuk segera pulang karena malam semakin larut. Sebelum pulang, Laura dan Meme menyempatkan diri untuk membeli beberapa makanan dan minuman. Mereka memakan makanan itu dengan sangat lahap di dalam mobil. Mobil yang mereka tumpangi sudah melesat membela jalan.
Di kursi belakang terlihat Arsenio bermanja dengan Laura. Laura terlihat asik memakan sate dengan tangan yang sesekali menyuap Arsenio. Sedangkan Meme sibuk mengunyah makanannya sendiri. Axel mencuri pandang melihat mulut yang mengunyah itu. Meme sadar jika pria sial*n di sebelahnya ingin merasakan makanan nya. Karena kasihan, Meme menyodorkan setusuk bakso kemulut Axel. Wajah jutek itu seakan tak rela makanannya di makan Axel.
Enak. batin Axel dengan mulut yang terus mengunyah dan mata yang tetap fokus melihat jalan.
__ADS_1
Setelah memberikan satu suapan ke mulut Axel, Meme segera menyuapkan makanan kemulutnya lagi. Meme tersentak kaget ketika Axel merampas makanannya. Gadis itu ingin merampas makanan nya kembali tetapi dia mengurungkan niatnya lantaran malu dengan dua manusia di belakang.
Sangat ngelunjak! beraninya dia merampas makanan ku! cih, aku benar-benar menyesal karena menyuapi nya tadi! batin Meme menatap Axel dengan sangat nyalang.