World Lion Mafia

World Lion Mafia
Menemui Laura


__ADS_3

Arsenio duduk dengan punggung yang menyender di kepala ranjangnya. Pria itu santai dalam duduknya tanpa mengenakan pakaian atas, tubuh sexy


sixpack nya terlihat sangat sempurna dan menggoda siapa saja yang melihat nya.


"Tok-tok-tok." terlihat Pak Mun masuk ke dalam kamar itu. Pria tua itu masuk bersama beberapa pelayan setianya. Dengan perlahan dan bersamaan, para pelayan menunduk hormat ke arah Arsenio.


Seperti biasa, Arsenio menampilkan wajah datar dengan lirikkan tajam nya melihat para pelayan itu. Arsenio bangkit dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sepertinya pria tampan itu lupa dengan seseorang. Karena merasa biasa saja, Arsenio melakukan aktivitas nya di bantu oleh pak mun dan beberapa pelayan.


Di kamar mandi Arsenio berendam dengan kepala yang menyender di ujung bak mandi. Mata tajam itu menutup perlahan menikmati uap di kamar mandi. Setengah jam berendam, kini Arsenio membilas tubuhnya di pancuran lalu mengenakan handuk kimono nya.

__ADS_1


Arsenio berjalan santai keluar dari kamar mandi menuju sopa di kamarnya. Pria itu menunggu para pelayan mengambil dan menyiapkan kebutuhannya. Para pelayan dengan sangat cepat mengambil dan menyusun pakaian yang akan di kenakan oleh Arsenio.


Arsenio mengibaskan tangan nya menyuruh para pelayan keluar lalu mengenakan pakaian dan aksesoris nya. Tak lupa jas hitam kesukaan nya menempel rapi di tubuh tegap itu. Setelah Arsenio mengenakan pakaian, para pelayan masuk kembali lalu memakaikan parfum dan sepatu di kaki Arsenio. Sepatu yang di kenakan pria itu terlihat sangat mewah dan berkilau. Kira-kira berapa ya uang yang di keluarkan nya untuk sepasang sepatu hitam itu.


Di ruang makan terlihat Arsenio sudah duduk dan menyantap sarapan paginya dengan elegan dan berwibawa. Baru satu suapan Arsenio sudah menghentikan kegiatan makannya. Pria itu mengangkat sesendok makanan tepat di depan wajahnya. Mata tajamnya mulai mengamati sesendok makanan itu. Dia mengernyitkan alisnya heran dan bingung, merasa ada sesuatu yang kurang dan hilang.


"Bruk." Arsenio mengebrak meja ketika mengingat suatu hal yang terlupakan.


"Nona masih berada di dalam kamar nya Tuan." ucap pak mun dengan penuh hati-hati.

__ADS_1


"Apa dia masih tidur?" tanya Arsenio dengan nada tak bersahabat.


"Iya Tuan, Nona Laura masih tidur." ucap Pak Mun dengan kepala yang sedikit menunduk.


Hebat sekali Tuan putri itu masih tidur dan tak memperdulikan aku, awas kau gadis jelek! Batin Arsenio kesal lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar Laura.


Arsenio berjalan dengan cepat ke arah kamar Laura dengan beberapa pelayan yang mengikuti nya. Dengan kasar pria itu membuka pintu lusuh kamar Laura. Keberuntungan sekali Laura tak mengunci pintu kamar nya sehingga Arsenio begitu muda masuk ke dalam.


Arsenio berjalan ke sisi ranjang Laura lalu mengangkat kedua tangan nya ke pinggang. Mata tajam nya mengamati Laura yang sedang tidur di balut selimut tebal. "Lihat dia, enak sekali." gumam nya pelan dengan wajah yang tak terima Laura mengabaikan nya.

__ADS_1


Dengan kesal Arsenio mendekatkan diri nya lagi ke arah Laura lalu dengan kasar menarik selimut gadis malang itu. Karena efek sakit Laura tak merasa terganggu ketika selimut nya di tarik.


__ADS_2