World Lion Mafia

World Lion Mafia
Mengirim Mata-mata


__ADS_3

Arsenio masih pada wajah datar nya, mafia gila itu tidak terlihat getir dan takut sama sekali dengan apa yang di sampaikan Axel.


Arsenio menatap Axel dengan mata tajam nya seakan berkata, 'bagaiman dengan Laura ku?' itulah sekitarnya yang di tangkap Axel. Axel tak menjelaskan tentang Laura, kaki tangan bengis Arsenio itu berjalan mendekat dan memberikan map coklat yang ia pegang kepada Arsenio.


Tak ingin membuang waktu, dengan segera Arsenio membuka map coklat itu. Dengan perlahan, pria itu mengeluarkan isi perut map itu. Terlihat beberapa lembar besar seperti cetakan foto. Tangan Arsenio menggeser kertas yang semula nya rapat menjadi renggang. Mata pria itu mencoba fokus dengan foto di tangan nya. "Deg." jantung Arsenio berdetak seakan terhantam ombak cemburu. Rahang kokoh itu perlahan mulai mengeras ketika melihat foto Laura dan Alex yang terlihat akrab dan mesra di balkon.


Mata Arsenio semakin tajam ketika melihat tangan Alex merangkul bahu kecil Laura. "Brak." Arsenio melempar semua kertas yang berada di tangan nya. Wajah nya terlihat memerah menahan marah. "Axel!" panggil Arsenio dengan aura mistis.

__ADS_1


Axel sedikit menganggukkan kepalanya sembari berkata, "Iya tuan." sepertinya pria begis ini tau apa yang akan di katakan Arsenio.


"Bagaimana pun cara nya, bawah gadis ku ke sini." perintah Arsenio dengan nada dingin.


Gadisku? sudah kuduga, ternyata kau sudah jatuh cinta Tuan, dan kau adalah wanita yang beruntung Nona, karena kau adalah wanita kedua yang di cintai Arsenio setelah ibu nya. batin Axel dengan hati yang sedikit menghangat. Wajah bengis itu terlihat tersenyum samar.


Jika nanti kau kembali kedalam pelukanku, akan ku bersihkan semua sentuhan bajing*n sial*n itu di tubuh mu sayang. gumam Arsenio menatap tajam ke lantai dengan kedua tangan yang mengepal erat. Urat-urat tangan Arsenio keluar. kemachoan Arsenio sangat terlihat saat ini.

__ADS_1


Masih di mansion yang sama dengan Arsenio, terlihat Axel berjalan sembari berbicara melalui telepon dengan anak buahnya. "Terus intai tempat itu, dan jangan hilangkan pandangan kalian dari gadis yang bernama Laura." perintah Axel dengan nada datar terdengar menyeramkan. Sikap nya benar-benar berubah 180% kepada orang selain Arsenio.


"Sesuai perintah tuan, beberapa anak buah kita berhasil masuk dan menyamar di kediaman musuh kita." ucap pria di ujung telepon.


"Bagus, terus pantau dan hubungi saya dengan segera jika ada informasi tentang Alex dan gadis yang bernama Laura." ucap Axel Laura memutuskan sambungan teleponnya. Setelah sambungan telepon itu terputus, Axel menyimpan handphone nya di saku celana nya, lalu terus melangkahkan kaki nya keluar mansion. Tak ada yang tau mau kemana pria bengis itu pergi.


Di kediaman Alex, tepat nya di sopan santai ruang tengah, terlihat Laura menonton tv dengan segelas coklat di tangan nya. Bibir mungil dan sexy itu sesekali menyesap coklat hangat itu, sedangkan Alex meminum kopi susu kesukaan nya sembari terus memandang wajah cantik Laura. Mungkin sekarang dan kedepan nya melihat Laura adalah candu nya.

__ADS_1


Dari kejauhan terlihat Vino memperhatikan bos licik nya itu. Dia tak menyangka jika Alex begitu tertarik dengan gadis di depannya. Vino melangkahkan kaki nya mendekat ke arah Alex dan Laura yang sedang bersantai. Dua orang itu tak terganggu dengan kehadiran Alex.


__ADS_2