World Lion Mafia

World Lion Mafia
Merebut Semua Milik Laura


__ADS_3

"Ya saya memang kampungan dan jelek tuan." ucap Laura dengan wajah murung yang membuat Arsenio semakin senang menghinanya.


"Bagus lah jika kau sadar diri! aku tak perlu lagi menyuruh orang untuk menyadar kan mu gadis dekil!" hina Arsenio untuk yang ke sekian kali nya dengan senyum devil dan tangan yang bersedekap di dada.


Laura menatap Arsenio dengan datar sekilas lalu mengambil mangkuk mienya dan memakannya kembali. Arsenio yang melihat Laura makan dengan lahap menelan saliva nya. Dengan cepat pria pemarah itu merebut mangkuk mie yang di pegang oleh Laura.


"Apa kau tak ada niat menawarkan ku? berani sekali kau makan semuanya tanpa menawar kan ku, apa kau mau mati!" ucap Arsenio dengan nada yang sangat kesal.


"Maaf Tuan, saya kira anda tidak suka dengan makanan kampung Seperti ini." ucap Laura dengan penuh terpaksa meminta maaf dengan pria gila di depan nya.


"Hmm,,," lagi-lagi Arsenio mengeluarkan deheman maut nya yang membuat Laura tak bisa berkutik.

__ADS_1


Dengan kesal Arsenio mengambil satu sendok mie lalu menyuapkan nya ke mulut nya. Wajah Arogan nya terdiam sesaat ketika merasakan makanan yang tak pernah ia makan sebelum nya. "Pedas." ucap Arsenio membuat Laura keteteran mengambil segelas air lalu memberikan nya kepada Arsenio.


Dengan cepat Arsenio meminum segelas air itu hingga tandas, lalu melanjutkan lagi acara memakan indomie nya.


Ini benar-benar sangat enak. Kenapa aku baru coba nya sekarang! batin Arsenio sembari memakan indomie nya dengan lahap. Tak tanggung-tanggung pria galak itu meminum semua kuah yang berada di mangkuk itu.


Laura menelan saliva nya melihat Arsenio memakan mie nya dengan lahap tanpa menyisakan sedikit pun untuk nya. Dengan nafas yang di buang kasar akhir nya Laura mengalah dan memilih mengambil onde-onde di depan nya. Arsenio memukul tangan Laura ketika gadis itu ingin mengambil makanan nya.


Apa tak salah? bukannya itu semua milik ku ya? ntah lah, biarkan saja pria gila itu melakukan apapun sesuka nya. Toh, dia raja nya di sini. Gerak sedikit, nyawa taruhan nya.


"Saya ingin memakan onde-onde ini tuan." ucap Laura pelan dengan tangan yang mengelus punggung tangan nya yang sakit akibat di pukul Arsenio.

__ADS_1


Arsenio terlihat seperti anak-anak, lihat saja melakukan nya. Dia menggeser semua makanan yang berada di atas meja berkumpul di depan nya. "Sekarang, ini semua,,, aku punya!" ucap Arsenio dengan penuh penekanan.


"Ta-tapi Tuan?!" ucap Laura dengan wajah sendu dan tubuh yang melemas.


"Tak ada tapi-tapi!" ucap Arsenio lalu kembali sibuk dengan kegiatan memakan makanan nya.


Sabar Laura,,, sabar,,, Batin Laura dengan tangan yang yang mencubit kayu di bawah meja.


"Kapan pun aku mau, kau harus membuat nya untuk ku." perintah Arsenio dengan tegas dan tak bisa di bantah oleh Laura.


"Baik Tuan." lirih Laura dengan pandangan yang kesal dengan Arsenio.

__ADS_1


Arsenio memelankan ritme makan nya lalu melirik Laura dengan mata tajam nya. "Kenapa wajah mu bertambah jelek? apa kau tidak suka jika aku memakan semua ini!" Arsenio menatap Laura yang terlihat kalang kabut di buat nya.


Bodoh. Batin Arsenio tersenyum devil karena berhasil mengerjai Laura. Dia sangat suka melihat wajah kesal dan tertekan Laura. Benar-benar hiburan yang menyenangkan bagi nya.


__ADS_2