
Setelah bertemu dengan Meme, Arsenio segera membawa Laura masuk ke dalam kamar nya. Pria gila itu terlihat sangat posesif pada istrinya itu. Wajah Arsenio terlihat dingin bercampur jutek ke arah Laura. sepertinya dia sedang ngambek. Bagaimana bisa mafia gila ini sangat bucin. "Hm." Arsenio berdehem mencuri perhatian Laura. Laura menatap Arsenio seakan memeriksa sesuatu.
"Apa suamiku mau minum?" tanya Laura dengan sangat polosnya.
Dasar tak peka! batinnya kesal dengan tatapan sinis.
Laura terus memperhatikan dan mengamati perilaku Arsenio. Gadis itu mencoba menebak dan membaca gerakan seperti psikolog. "Hey, kemarilah." panggil Arsenio dengan nada yang sangat kesal. Jantung Laura sudah tidak bisa di kondisikan. Laura berjalan pelan seperti sedang berhati-hati dengan pria di depannya.
"Iya suamiku." ucap Laura dengan sangat berhati-hati.
"Apa kau sadar jika kau sudah melakukan kesalahan?" tanya Arsenio dengan gaya cool nya. Wibawanya sebagai ketua world Lion Mafia tak memudar sedikit pun. Laura hanya menggeleng polos menatap Arsenio. Hati nya sangat cemas saat ini.
__ADS_1
Apa? kesalahan mana yang aku lakukan. batin Laura bertanya-tanya. Saat ini fikiran Laura sedang berkerja keras mencerna semua yang di maksud Arsenio.
"Maksud suamiku?" tanya Laura dengan mata sayu menatap pria yang tengah di landa cemburu itu.
"Huh." Arsenio hanya menghela nafas kesal tanpa menjawab. Pria itu benar-benar sedang badmood saat ini. "Kau terlalu perhatian dengan sahabatmu itu di banding suamimu sendiri, dan itu kesalahan besar!" Arsenio mengatakan itu dengan nada dingin. Kamar pengantin baru itu berubah menjadi rumah hantu. Hawa sejuk di dalam sana kini berubah menjadi panas. Laura sudah mulai berkeringat memikirkan hukuman apa yang akan di berikan Arsenio kepadanya.
"Ini, ini benar-benar sangat tidak masuk akal. Dia itu sahabatku. Dan dia juga seorang wanita. Salahnya dimana?" ucap Laura dengan sedikit kesal. Ntah mendapat keberanian darimana wanita itu.
"Sangat tidak masuk akal." ucap Laura sembari memberikan tatapan kesal ke arah Arsenio.
"Masuk akal!" bentak Arsenio lagi.
__ADS_1
Amarah dan rasa cemburu tak masuk akal itu sudah membutakan fikiran Arsenio. Dengan kasar Arsenio menarik Laura lalu mendorong nya ke belakang, sehingga Laura tertidur terlentang di atas ranjang. Dan seperti yang kita duga, Arsenio menghukum Laura. Pria gila itu menyerang dan memangsanya. Laura tidak bisa melakukan apa-apa selain berteriak pasrah. Kamar Arsenio di desain kedap suara, sehingga suara mengerikan yang timbul dari dalam, tak terdengar sampai keluar.
***
Di taman belakang, tepatnya di pinggir kolam, terlihat Meme memandang ikan-ikan di depannya dengan wajah kesal. Dia sangat bosan berada di rumah besar nan mewah itu. Untuk apa dia di culik, jika setibanya di sini Laura di jauhkan darinya. Itulah yang saat ini di fikiran Meme. Tapi hati Meme merasa tenang ketika tau sahabat kesayangannya itu baik-baik saja.
"Bagaimana orang-orang di sini menjalani hidup. Bosan sekali! hp pun tidak ada! lengkap sudah kebahagiaan ku." ucap Meme sembari melihat ikan, membuat seseorang di belakangnya tersenyum menyeringai.
"Apa kau tak lelah berbicara dengan ikan?" tanya seseorang yang berada di belakangnya. Meme membulatkan matanya sempurna. Malu bercampur kesal karena kesendirian nya terusik dengan orang itu.
Siapa itu. batin Meme penasaran lalu segera membalikan tubuhnya menghadap asal suara.
__ADS_1