World Lion Mafia

World Lion Mafia
Perubahan Sela


__ADS_3

"Lepas! lepaskan kami brengsek!" teriak Sela memberontak.


"Lepaskan aku hiks, lepaskan." mohon Karina mengeraskan tubuhnya. Air mata Karina sudah mengalir. Dia bingung dan sangat takut dengan semuanya.


Dengan kasar para pria itu mendorong Sela dan Karina dengan kuat. Sekarang dua wanita itu tersungkur tepat di depan Arsenio. Tak ingin memberi jeda, Arsenio segera melayangkan cambukan di kedua tubuh gadis itu. Karina dan Sela berteriak kesakitan di sebabkan Arsenio yang mencambuk dengan sangat kuat. "Berhenti hiks." ucap Karina memohon. Sela yang melihat wanita di sebelahnya ketakutan, dengan sisa tenaganya ia mendekat dan memeluk tubuh wanita itu. Sela benar-benar sudah berubah. Sekarang dia merelakan tubuhnya untuk melindungi Karina. Karina menghentikan Isak tangisnya dan menatap wajah wanita cantik yang memeluk nya.


***


"Menyebalkan sekali!" ucap Meme dengan kesal sembari mencabut rumput di taman yang sangat luas. Sendari tadi Axel terus memperhatikan gerakannya.


Axel memberikan banyak hukuman kepada Meme dengan cara mengikuti semua kemauan nya termasuk mencabut rumput dan membersihkan kamarnya. Dengan teganya pria itu mengancam dirinya. "Di sana masih belum bersih!" ucap Axel dengan nada barinton nya.


"Sabarlah!" cetusnya dengan dengan wajah kesal. Sendari tadi Meme mencabut rumput sembari memberikan tatapan tajam ke arah Axel.

__ADS_1


Nyebelin banget sih! pakai ngacem segala lagi! umpat nya dalam hati sembari terus mencabuti rumput. Tanpa Meme sadari, Axel tersenyum samar melihat wajah kesalnya.


***


Di tempat lain, tepatnya di depan pagar mansion Alex. Terlihat Lucy menggedor-gedor dengan kasar bahkan tak lupa gadis itu memberikan tendangan keributan di depan sana. "Dor, dor, dor." Lucy menendang pagar besi di depannya dengan keras. Bahkan besi tebal itu sampai bengkok di buatnya. Para penjaga kewalahan menghadapi tingkah keras kepala Lucy. Padahal mereka sudah berulang kali mengusir gadis itu.


"Buka pintunya!" teriaknya membuat Alex langsung turun menemui nya.


"Ada apa." ucapnya ketus menatap mata tajam Lucy.


"Dimana Karina!" tanya Lucy langsung to the point.


"Dia tak ada di sini." ucap Alex sembari ingin beranjak pergi.

__ADS_1


"Sekali saja kau melangkah, patah kaki mu ku buat!" ancam Lucy membuat Alex menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya dengan perlahan.


"Menarik sekali." ucapnya tersenyum devil mendengar ancaman Lucy. "Kau mengancam ku?" tanya dengan ekspresi meremehkan. Alex tertawa sini melihat penampilan wanita bersweater bermasker hitam itu. Penampilan Lucy sudah seperti ninja saja.


"Apa kau tuli?" tanya Lucy dengan alis yang terangkat.


"H." tersenyum di sertai dengusan merendahkan.


"Buka pagarnya, atau_" belum selesai Lucy menyelesaikan kalimatnya, Alex sudah di luar memotong kalimatnya.


"Atau apa? atau kau akan mendekap ku, lalu menciumiku dan bercinta dengan ku. Dasar jal*ng!" hina Alex membuat Lucy marah sehingga refleks Lucy melompati pagar besar nan tinggi itu. Lucy melompat ke arah Alex dengan tangan yang terkepal siap menghajar wajahnya. "Bruk." Alex terkejut dan terjatuh di bawah Lucy. Lucy berhasil memberikan satu pukulan ke wajah Alex.


"Apa tadi kau bilang? jal*ng? kalau aku jal*Ng kau apa bajing*ng? penjahat kelam*n iya!" bentak Lucy tepat di depan wajah Alex. Alex tak bisa berkutik di depan Lucy.

__ADS_1


__ADS_2