World Lion Mafia

World Lion Mafia
Pramugari penggoda


__ADS_3

Laura yang hanya mendengar tinggal di tengah hutan saja sudah terbatuk-batuk, gimana seandainya dia mengetahui hal yang jauh lebih mengejutkan dari itu. "Ada Nona, tapi mungkin perkampungannya lumayan jauh dari mansion ini." ucap Nila menjelaskan.


"Baiklah-baiklah." ucapnya Laura dengan wajah yang sedikit lesu. "Apakah aku boleh bertanya lagi?" tanya Laura dengan petu kehati-hatian.


"Tentu saja Nona." ucap Nila dengan senyum tipis.


"Di mana mereka?" tanya Laura dengan wajah yang penasaran. Gadis yang di tanya sedikit bingung dengan pertanyaan Laura. Gadis pelayan itu sedikit mengerutkan dahinya bingung.


"Itu loh, pria yang menculik ku." ucap Laura kepada Nila. Jujur dia memang tidak tau nama pria yang menculiknya.


"Tuan Arsenio maksudnya nona?" tanya Nila memastikan.

__ADS_1


"Iya mungkin itu." ucap Laura dengan sedikit anggukan dan senyum tipis.


"Tuan Arsenio dan asisten Axel sedang pergi ke luar negeri nona, mungkin tiga sampai empat hari berada di sana." ucap Nila sedikit menjelaskan lagi.


Ini kesempatan untuk ku, aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Bagaimana pun caranya, aku harus berusaha keluar dari neraka ini.


Laura melamun memikirkan cara agar bisa keluar dan bebas dari jeratan Arsenio. "Nona." panggil Nila sembari mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Laura. "Nona!" panggil Nila lagi dengan sedikit keras. hal itu berhasil membuat lamunan Laura pecah.


"Tidak apa Nona. Apakah Nona sakit?" ucap Nila sedikit cemas kepada Laura.


"Aku baik-baik saja Nila. Terima kasih atas perhatiannya." Laura berterima kasih pada Nila.

__ADS_1


"Ya sudah Nona, mari lanjutkan sarapannya." ucap Nila menyuruh Laura untuk segera memakan makanan yang baru setengah di makan oleh Laura. Laura hanya mengangguk sembari tersenyum lembut dan tulus ke arah nila.


***


Di Sebuah bandara, terlihat Arsenio duduk di pesawat jez pribadinya. Bukan hanya pesawat jez saja yang ia punya, tetapi bandara tempat jez itu berada pun juga milik pribadinya. Tentunya bandara itu sangat sepi dan terpencil, bisa di bilang tempat itu memiliki privasi. Hanya Arsenio dan anak buah kepercayaannya lah yang tau di mana bandara itu, karena semakin privasi dan rahasianya.


Di dalam pesawat jez itu terlihat sudah ada beberapa pramugari yang siap melayani Arsenio. Ada berbagai jenis sifat dan sikap yang di tampilkan para pramugari itu kepada Arsenio. Ada yang bersikap genit dan centil, ada yang menggoda Arsenio dengan gaya tubuh dan baju pramugari sexy yang di mana baju yang ia kenakan sedikit berbeda dari pada teman-teman nya. Ada juga yang bersikap sok rajin dan mencari perhatian Arsenio agar di sayang dan di naikin gajinya, serta ada juga pramugari yang tampil biasa saja seperti pramugari pada umumnya.


"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu." ucap pramugari sexy, dia menampilkan gerakan tubuh yang sexy bahkan menampakkan sedikit aset yang ia miliki. Ya pramugari itu berniat menggoda Arsenio, tetapi sayang Arsenio tidak tertarik dengan pramugari penggoda itu. Pramugari itu yang merasa di cueki pun langsung pergi dengan wajah di tekuk dan wajah sedikit masam.


Tak lama kepergian pramugari penggoda itupun, datanglah pramugari yang sedang membawahkan nampak yang berisikan Beberapa minuman dan cemilan kepada Arsenio. "Maaf tuan ini ada minuman dan cemilan." ucap pramugari itu mencari perhatian kepada arsenio. Lagi lagi Arsenio tak menanggapi pramugari di sebelahnya sebagaimana dia mengacuhkan pramugari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2