
Terlihat mata Laura memancarkan kesedihannya karena setelah ini dia akan kembali menjadi tawanan Arsenio. "Tuan, tolong lepaskan saya." mohon Laura dengan tangan yang menggenggam tangan Arsenio dengan erat.
Arsenio membuang nafas nya kasar dengan mata yang menatap tajam ke arah jalan. Axel yang sedang mengemudikan mobil melirik sekilas kaca spion di depan nya. "Saya mohon Tuan, saya akan mengganti semua kerugian yang anda dapat kan, jika pun tak bisa, izinkan saya menyicil nya Tuan." ucap Laura terus memohon belas kasih Arsenio.
Arsenio tak bisa menahan amarah nya, dengan penuh amarah pria gila itu mencoba mencium cery merah di wajah Laura. Arsenio memukul punggung kursi Axel dengan kuat. Pria itu menahan amarah nya karena tak berhasil mencium cery milik Laura.
Axel yang sedang mengemudi terkejut dan hampir menabrak seseorang ketika Arsenio memukul punggung kursi nya. Karena sudah profesional, Axel mampu mengelak dan kembali mengendalikan mobil nya dengan tenang. Bibir Laura terlihat mewek, kedua alis nya terlihat turun, mata indah nya terlihat menggenang air. Ekspresi itu merobohkan pertahanan dan amarah Arsenio.
Tak tau sejak kapan, tetapi saat ini Arsenio benar-benar lemah jika bersangkutan dengan gadis di sebelah nya. "Huh." Arsenio menghela nafas lalu mengalihkan pandangan nya ke arah luar jendela. Saat ini memandang pohon- pohon sangat baik untuk kesehatan jantung nya. Jantung nya berdetak sangat kencang. Bahkan pria itu mengepalkan tangan nya demi menahan debaran itu.
__ADS_1
Ada apa dengan tuan muda, kenapa dia terlihat sangat kaku. Dimana sifat pemarah dan arogan nya itu, apakah sudah hilang di makan nona Laura? batin Axel dengan senyum simpul bodoh nya.
Bukan hanya Arsenio yang terlihat berubah, seperti nya kaki tangan sekaligus sekretaris kesetiannya itu juga ikut berubah. Lihat saja wajah datar nya, bisa-bisa nya wajah yang keterlaluan tampan nya itu menjadi lebih tampan ketika tersenyum.
Ada apa dengan nya, sikap nya sangat berbeda. Apa dia kesurupan? tapi, hantu mana yang berani merasuki tubuh pria pemarah ini. Apa hantu di tubuh nya tak stres? batin konyol Laura bisa membuat siapa saja yang mendengar nya tertawa. Bisa-bisa nya gadis itu membatin sedemikan rupa. Dari mana dia mendapat kan pemikiran itu.
"Paling kan wajah jelek mu itu, aku tak tahan melihat nya." perintah Arsenio dengan nada dingin tanpa mengalihkan sedikitpun pandangan nya.
"Hm." Arsenio enggan menjawab, dia lebih memilih mengeluarkan deheman mautnya.
__ADS_1
Menyeramkan. batin Laura dengan wajah yang layu selayu bunga melati.
***
Rapat yang di adakan Alex telah selesai, kini pria yang sedang berbunga-bunga itu berjalan ke arah ruangan milik nya dengan Vino yang berjalan di belakang nya. "Huh...indahnya hari ini." ucap Alex dengan tubuh di renggang kan dengan kaki yang terus melangkah. Lorong keruangan CEO memang selalu sepi, sebab itulah Alex tak menjaga image nya sebagai seorang pemimpin.
Ruangan Alex semakin dekat, pria itu semakin tak sabar ingin segera bertemu pujaan hati nya. Kaki panjangnya menambah kecepatan langkah nya. Dan dengan bersemangat dan wajah riang, Alex membuka pintu ruangan di depan nya dengan sedikit keras sembari berkata, "Hay baby gir_" ucap Alex terputus ketika tak mendapati Laura di depan nya.
Alex yang yang menampilkan ekspresi senang kini mulai luntur dengan wajah bingung dan khawatir. Alex tak ingin terburu- buru berfikiran negatif. Dengan kepala dingin dan positif thinking, Alex mencoba berjalan ke kamar mandi lalu ke kamar yang berada di ruangan nya itu. Kamar itulah yang menjadi saksi percintaan Alex dengan Sela.
__ADS_1
"Kemana kau Laura." ucap Alex bertanya- tanya dalam benak nya.