World Lion Mafia

World Lion Mafia
Italia


__ADS_3

Laura pun terus berfikir gimana caranya dia bisa keluar dari kamar ini untuk menuju ke mobilnya para pelayan yang di informasikan oleh Nila.


Sepertinya aku harus menggunakan tangga. Pasti para pelayan menggunakan lift. Ya kali rumah segede dan setinggi ini tak menggunakan lift.


"Pasti bisa. Ya Allah...tolong bantu aku." ucap Laura sembari mengangkat kedua telapak tangannya ke arah langit.


Di negara lain terlihat Arsenio sudah berada di sebuah mansion mewah miliknya, yang di mana mansion itu berada di negara Itali. Benar benar miliader! "Siapkan air mandi ku." perintahnya kepada kepala pelayan khusus di mansion negara Itali.


"Baik tuan." ucap kepala pelayan itu menggunakan bahasa indonesia. Setiap pelayan yang berkerja dengan Arsenio baik dia orang barat atau orang di luar negara indonesia lainnya, wajib pandai dan memakai bahasa indonesia kepadanya, walaupun sebenarnya Arsenio jago bahasa inggris, bahasa Itali dan beberapa bahasa lainnya.

__ADS_1


Kepala Pelayan segera pergi meninggalkan Arsenio untuk menyiapkan air mandi untuk tuan mudanya itu. "Maaf tuan, air mandi anda sudah siap" ucap kepala pelayan itu kepada Arsenio.


"Hmm..." menjawab dengan deheman maut. Benar benar ya Arsenio! Arsenio masuk ke dalam kamar mandi. Dia melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya.Terlihatlah tubuh atletis nya. Arsenio segera masuk ke dalam backup yang sudah berisikan air hangat, busa sabun dan aroma terapi yang sangat wangi, serta segar jika masuk kedalam hidung sesorang yang menghirupnya.


"Hmm..." berdehem menikmati tubuhnya yang terendam di backup air hangat. Setelah selesai, Arsenio berali kepancuran untuk membasuh seluru tubuhnya yang penuh dengan busa.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Arsenion segera bergegas ke suatu tempat rahasia. Tak tau itu dimana, hanya tuhan dan dialah yang tau.


Malam pun sudah tiba, terlihat bulan sudah melayang indah di atas sana. Tak lupa para bintang berkelap kelip memenuhi langit.

__ADS_1


"Cklek." Laura membuka pintu kamarnya dengan sangat pelan. Dia hanya mengintip sedikit ke arah luar hanya untuk memastikan para bodyguard yang menjaganya. Kira kira sampai jam berapa bodyguard itu menjaga pintu? Laura terus menerus mengintip di setiap perpindahan jam. Dan hap ,dia melihat dua bodyguard sedang tertidur pulas.


Akhirnya, semoga saja dua pria ini seperti itu di malam berikutnya.


Setelah memastikan, Laura berlalu pergi naik ke atas ranjangnya, lalu mulai menutup mata indahnya dengan cara perlahan. Tak terasa waktu telah berganti. Tepat jam 7 sore Inder sudah memulai acaranya. Arsenio dan Alex terlihat belum nampak di pandangannya.


"Berjaga dan bersiaplah." ucap Inder pelan kepada para anak buahnya melalui handpone berbentuk handsate tetapi lebih kecil lagi, sehingga tidak ada yang sadar Inder mengenakannya. Handsate yang di kenakan Inder berada di dekat dadanya.


Waktu berlalu begitu cepat dan tak terasa Arsenion sudah tiba di acara mewah itu.

__ADS_1


"Selamat datang tuan Arsenio." ucap Inder menyapa dan menyambut kedatangan Arsenio yang baru saja masuk ke aula besar di mana pesta sedang berlangsung.


"Terima kasih dan selamat untuk pencapaian mu." ucap Arsenio dengan datar dan tentunya senyum kecil yang di paksakan.


__ADS_2