World Lion Mafia

World Lion Mafia
Jadi Objek Perhatian


__ADS_3

Pesawat Jet pribadi Arsenio di belakang mansion.


pesawat 1



pesawat 2



Rumah khusus pelayan dan penjaga



Gedung ketiga adalah gedung yang permandangannya sangat indah di karenakan langsung melihat ke jurang, gunung, danau dan hutan lebat.


Kamar Arsenio berada di gedung Pertama. Gedung pertama memiliki ruang bawah tanah, selain ruang bawah tanah, gedung yang di tempati Arsenio itu memiliki lima lantai, dan kamar Arsenio berada di lantai paling atas. Sedangkan Laura berada di lantai 3 di gedung yang sama dengan Arsenio karena sekarang Laura sudah menjadi pelayan pribadi nya. Kamar lama Laura berada di gedung ke 3. Tepatnya gedung paling sebelah kanan, sehingga dia mudah untuk kabur dan menumpang di mobil putih milik para pelayan. Benar benar miliarder banget ya Arsenio.

__ADS_1


Di dapur terlihat Laura sedang menyiapkan bahan-bahan makanan untuk di masak. Dia sangat sibuk dengan bahan-bahan dan peralatan di dapur. Tidak ada satu pelayan pun yang berani untuk membantu Laura, bahkan koki yang biasa memasak pun tak punya daya untuk membantu. Mereka semua hanya menyaksikan dan mengawasi Laura yang sedang sibuk membuat makanan untuk Arsenio. "Ternyata Nona lihai juga ya dalam hal memasak" bisik salah satu pelayan wanita kepada teman pelayannya.


"Benar, lihat saja gerakan nya dalam memotong dan mengaduk masakan." balas pelayan itu kagum.


Anda sangat mengagumkan nona. Batin salah satu koki.


Laura terus berkutat dengan alat masak nya tanpa memperdulikan pandangan dan perhatian para pelayan.


Kenapa sih mereka melihatku seperti itu? Aku jadi tidak fokus dan gugup. batin Laura tanpa melihat ke arah orang-orang itu.


"Akhir nya sudah beberapa makanan yang ku buat,tinggal tiga makanan lagi." gumam Laura pelan sembari mengelap peluh di dahi nya.


"Iya Pak." ucap Laura dengan raut wajah yang cemas.


"Waktu sudah habis, dan sekarang tuan muda ingin sarapan nona." ucap kepala pelayan kepada Laura.


Aduhh bagaimana ini...

__ADS_1


"Baik pak, tunggu sebentar ya. Saya mau memindahkan makanan ini ke piring terlebih duhulu." ucap Laura mencoba senetral mungkin di depan pak mun.


"Baiklah nona." ucap pak mun lalu berlalu pergi.


Laura segera memindahkan dan menata makanan yang ia buat. Sudah ada beberapa makanan yang siap di atas meja dorong khusus makanan. Di atas meja dorong itu terlihat ada iga sapi bakar, ikan bakar, ayam bakar, ada sup ayam bakso, ada bakso bakar, ada urap, ada mie goreng, ada ayam penyet, ada ceker mercon, ada gulai gurami, ada ikan asam manis, ada rendang daging, ada telur gulung dan saus, ada roti panggang isian keju mozarella, Bubur ayam, bubur sum sum, kfc, bubur canel, bubur merah putih, ada nasi goreng, dan beberapa makanan lainnya. Tak lupa Laura membuatkan cemilan dan makanan penutup seperti kue yang sering ia jual, kue bolu dan kue tart.


Khusus minumannya, Laura membuat beberapa jus dan teh manis dingin. Ada jus jeruk, pokat, tomat, sayur, dll. Teh manis dingin, teh manis hangat, kopi susu, kopi hitam, ada yang dingin, ada yang hangat dan tentunya air putih.


Apa kurang banyak ya aku masak?! Ya Allah selamatkan lah aku. batin Laura dengan tangan yang menyentuh dadanya.


Laura-Laura, sudah sebanyak itu kau bilang kurang banyak? ada-ada saja ya.


Laura segera mungkin membawah meja dorong yang sudah berisi makanan di atasnya. Laura juga di bantu beberapa pelayan untuk membawah meja makanan yang lain. Laura dan beberapa pelayan pun bergantian menaiki lift.


Beberapa menit berjalan, Laurapun sudah berada di depan kamar Arsenio. Dia sedikit takut untuk mengetuk pintu kamar itu.


"Tok tok tok." Laura mencoba memberanikan diri untuk mengetuk pintu yang berada si depannya.

__ADS_1


"Masuk." terdengar suara maskulin dari dalam kamar.


__ADS_2