
Dia sudah terbiasa dalam hal bergadang. Pria itu keluar dari selimut hangat nya, sembari berjalan pelan ke arah Laura. Pria itu menyelimuti tubuh kecil kurus milik Laura. Setelah menyelimuti tubuh Laura, Arsenio berjongkok dan memandang wajah Laura dengan pandangan yang sulit di artikan
"Cantik." satu kata yang keluar dari bibir merah Arsenio. Dia tersenyum sembari mengelus bibir Laura.
Eh, ada apa dengan ku? kenapa aku menyentuh gadis bodoh ini! cih, menjijikan.
Arsenio segera bangkit dari jongkok nya, lalu berjalan menuju ranjang king size milik nya. Kali ini dia memilih untuk tidur. Arsenio membiarkan Laura tidur dengan nyenyak di sopa kamar nya itu. Dia tak ada niattan sedikit pun untuk membangun kan gadis itu. "Hmm..." Laura mulai membuka matanya.
"Dek!" Laura tiba-tiba saja bangkit dari tidur nya. Dia membesarkan kedua bola mata nya dengan sangat kaget
Aduhhh,,, aku ketiduran lagi.
Di atas ranjang terlihat Arsenio sedang duduk dan menatap Laura yang sedang kebingungan. Pria itu bersedekap tangan nya di dada. "Sudah bangun?" terdengar suara dingin dan maskulin masuk kependengaran Laura.
__ADS_1
"Tu-tuan, maafkan saya Tuan." ucap Laura terbata sembari berdiri dengan cepat.
"Tidak bisa di percaya!" Arsenio menatap tajam dengan kepala yang di geleng kan dengan pelan.
"Maaf kan saya Tuan." lagi-lagi Laura hanya bisa mengucapkan kata kata maaf.
"Siapkan pakaian untuk ku, aku ingin mandi. Aku sangat bosan mendengar ucapaan maaf dari mulut jelek mu itu!" ucap Arsenio ketus dengan mata yang melirik Laura yang sedang menunduk kan kepala nya.
"Baik tuan." ucap Laura sembari bergegas membantu Arsenio untuk masuk ke dalam kamar mandi milik nya. Laura dengan cepat menyiapkan kursi untuk Arsenio duduk. Arsenio tidak bisa mandi dalam keadaan berdiri, sehingga Laura membuat Arsenio mandi dengan cara duduk. Kaki Arsenio di angkat ke kursi lain agar tidak terkena air.
Di dalam kamar mandi terlihat Arsenio sedang membuka bajunya satu persatu. Dengan pelan-pelan dan perlahan, Arsenio mengguyur tubuhnya dengan gayung yang sudah di sediahkan oleh Laura. Lelaki tampan itu mandi menggunakan air yang berada di ember besar. Setelah selesai, Arsenio mengambil baju handuk lalu memakainya. Kebetulan baju handuknya tidak terlalu jauh darinya. "Hey gadis bodoh!" panggil Arsenio dari dalam kamar mandi.
"Iya tuan." ucap Laura dari balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Bantu aku keluar dari sini." ucap nya dengan suara yang besar.
"Baik tuan." ucap Laura yang langsung membuka pintu kamar mandi lalu masuk ke dalamnya. Dia berani masuk karena merasa Arsenio sudah mengenakan handuknya.
"Apa yang kau lakukan di situ, cepat bantu aku!" ucap nya dengan kesal ketika melihat Laura yang berdiam diri di dekat pintu kamar mandi.
"Baik tuan." ucap Laura singkat.
Arsenio berdiri dan berjalan perlahan dengan cara di bantu oleh Laura. Setelah berada di luar, Arsenio pun menduduk tubuh nya di sopa yang berada di kamarnya, sedangkan Laura sibuk mengambil baju milik Arsenio.
"Silahkan tuan." ucap Laura sembari menyerahkan pakaian milik Arsenio. Setelah memberikan pakaian, Laura pun berjalan pergi menuju ke luar kamar. Dia memberikan Arsenio waktu untuk mengenakan pakaian nya.
"Benar-benar bayi kolot! sudah besar masih saja bertingkah seperti anak anak!" ucap Laura kesal dengan sikap Arsenio yang seperti bayi.
__ADS_1
"Aku dengar itu!" ucap nya dengan arogan dari dalam kamar.