World Lion Mafia

World Lion Mafia
Inder vs Lucy


__ADS_3

Dua mata tajam beradu sengit, siapalagi kalau buka Lucy dan Inder. "Lu, gimana ini lu." tanya Laura dengan tubuh yang sudah bergetar takut. Mata Laura memancarkan kecemasan. Gadis itu belum siap merasakan kepahitan lagi seperti sebelumnya.


Aku merindukan mu suamiku. Batin Laura seketika mengingat Wajah tampan nan arogan suami nya.


"Deg!" tiba-tiba saja jantung Arsenio berdetak seakan merasakan sesuatu. Pria itu menghentikan gerakannya. Dia segera meletakkan segelas kopi di atas meja. Perlahan tangan kekar itu menyentuh jantung nya yang tersentak tak karuan. "Apa yang terjadi? kenapa jantungku tiba-tiba tersentak." mata itu menatap lah kearah depan mengingat wajah istri tercintanya. "Apa telah terjadi sesuatu kepada Lauraku?" ujarnya menerka-nerka. Wajah Arsenio tidak bisa berbohong. Dia benar-benar sangat cemas dan merindukan Laura.


Tak ingin berlarut dengan fikiran nya, Arsenio segera bergegas mencari Alex.

__ADS_1


Kembali kehutan, perperangan sengit kedua mata tajam itu belum berakhir. Lucy terus menatap datar pria di depannya, sedangkan Inder terlihat enggan memalingkan pandangan matanya. "Kenapa kau menatapku seperti itu!" ketus Lucy dengan nada cuek. Matanya memandang malas melihat manik tajam itu.


Inder menegakkan tubuhnya sehingga tak bersender lagi di pintu mobil. "Seperti apa?" bukannya menjawab, justru ia melayangkan pertanyaan bodoh kepada Lucy.


"Kau itu bodoh atau indiot!" kesal Lucy dengan ucapan ceplas-ceplos nya. Inder mengernyit terkejut dengan sikap dan ucapan gadis bersweater itu. Baru kali ini dia bertemu dengan wanita yang berani menantang dan menghinanya. "Cih!" decit Lucy menatap malas melihat kebungkaman Inder.


Inder menatap Marco dengan mata tajamnya seakan berkata, 'Bawah dua gadis itu kedalam mobil, aku akan membereskan yang satunya' itulah yang di tangkap Marco dari sorot mata Inder. Marco mengkode para anak buahnya agar segera menangkap Laura dan Karina. Para pria berperawakan tinggi besar itu mulai mendekati para gadis. Dengan cepat Lucy menjadi perisai untuk Laura dan Karina. Gadis itu tak bisa berbuat apa-apa selain menonton pertunjukan di depannya. "Mau apa!" ketus nya menatap datar para anak buah Inder.

__ADS_1


"Minggir!" sentak salah satu bawahan Inder.


Inder tersenyum devil menyaksikan keberanian Lucy. Dia ingin menyaksikan secara langsung kekuatan dan keberanian gadis bersweater itu. Inder mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menyerang Lucy. Mendapatkan lampu hijau, para pria itu segera melepaskan serangan ke arah Lucy. Refleks Lucy mendorong dua gadis di belakangnya untuk mundur, dan dengan cepat dia menangkis serangan dan kembali memukul. Lucy sangat lincah dan lihat. Bahkan Inder dan Marco begitu terpukau dengan pertahanan bela diri nya.


Semua anak buah Inder babak belum dan terjatuh. Ketika orang-orang itu hendak menyerang lagi, Inder segera mengangkat tangannya memerintahkan mereka berhenti menyerang. Dengan cepat, Inder menguji kekuatan Lucy dengan cara menyerangnya.


Mafia kejam nan tampan itu menangkis pukulan Lucy dengan senyum devil nya.

__ADS_1


"Mati kau!" ucap Lucy setelah berhasil memberikan satu tendangan mematikannya. Inder terpental dengan tendangan kuat Lucy di perutnya. Bukannya marah, Inder maka terkekeh geli bercampur senang dengan serangan Lucy. Perkelahian telah usai. Lucy kembali mendekati Laura dan Karina. Dia memeluk kedua pinggang gadis itu seakan memberikan perlindungan. Mata tajamnya menatap penuh permusuhan kearah Inder.


__ADS_2