
Di lantai dasar, tepatnya di halaman, terlihat mobil mewah berwarna hitam sudah menunggunya. Dengan cepat, Meme segera mendekat ke arah mobil itu. Meme berdiri di sembari mengintip kaca mobil bagian depan. Meme tak bisa melihat seseorang yang berada di dalam sana, lantaran kaca mobil itu mengunakan kaca privasi.
Pria yang berada di depan kemudi tersenyum devil memperhatikan tingkah lucu Meme. Dengan iseng, pria itu menurut kan kaca depan, membuat Meme hampir terjungkal ke dalam mobil. Pria itu terkekeh geli melihat itu. Meme membuang nafas kasar. Gadis itu perlahan mengangkat kepalanya melihat orang yang membuka kaca mobil. Pria segera mengembalikan ekspresi wajahnya ke mode datar. "Hey kau pria jelek! apa kau tidak lihat aku sedang menyender? kau buta ya." bentak meme lantaran kesal dengan kejahilan pria itu.
"Masuklah." perintah Axel dengan nada datar. Dia tak menghiraukan bentakan Meme padanya.
Meme segera membuka pintu mobil lalu masuk ke kursi di sebelah kemudi. Gadis itu menutup pintu dengan kasar. Dia masih marah dan kesal dengan pria di sebelahnya. "Kau tuli ya!" ejek Meme dengan tangan yang bersedekap di dada. Bukannya takut dan marah, Axel malah merasa lucu dengan gadis galak nan cerewet di sebelahnya.
__ADS_1
"Gunakan sabuk pengaman mu, atau, kau akan menyesal." ucap Axel dengan nada datar nan dinginnya.
Meme tak memperdulikan ucapan omong kosong itu. Dia terus menatap penuh permusuhan kepada Axel. "Apa aku terlihat peduli?" tanya Meme dengan wajah yang di buat semengesalkan mungkin.
Axel tetap pada ekspresi datarnya. Perlahan, mobil yang di tumpangi Meme dan Axel segera melaju secara perlahan. Mobil itu melewati gerbang yang berlapis-lapis. Axel membawa mobilnya dengan sangat santai. Meme fokus memandang pepohonan yang hijau. Setelah sampai di pasar besar, perlahan Axel menaiki kecepatan nya. Meme masih santai memandang jalanan.
Beberapa menit berlalu, Meme terkejut dan hampir terbentur dashboard di depannya di sebabkan Axel yang tiba-tiba menarik gas tinggi. Axel tersenyum usil dengan tangan yang menahan tubuh Meme agar tak terbentur. Mobil yang di tumpangi Meme dan Axel perlahan mulai berhenti. Setelah berhenti, dengan segera Axel memasangkan sabuk pengaman Meme. Meme dan Axel saling tatap. Mata tajam Axel membuat jantung Meme dag dig dug.
__ADS_1
"Kau harusnya berterima kasih karena aku sudah memasangkan sabuk pengaman untukmu." ucap Axel dingin dan datar.
"Berterima kasih? Hello,,,kau hampir saja membunuhku orang gila!" bentak Meme dengan penuh keberanian padahal hatinya sudah bergetar hebat karena takut dengan pria di sampingnya. Bukannya marah, Axel malah tersenyum kecut lalu segera menjalankan mobilnya kembali. Mobil itu kembali hening. Axel sibuk dengan jalan di depannya, sedangkan Meme sibuk membatin tentang kekurang ajarannya.
Bagaimana ini? dia menyeramkan sekali. batin Meme dengan sesekali melirik Axel.
"Apa aku sangat tampan sehingga kau selalu melirikku?" ucap Axel dengan sangat percaya diri dan tentunya dengan nada khasnya, datar, arogan, dan dingin.
__ADS_1
Cih, pede sekali dia. nyinyir Meme dalam hati.
Axel hanya tersenyum kecut dengan sikap anak-anak di sebelahnya. Baru kali ini ada orang yang sangat berani padanya. Sikap tak sopan dan kurang aj*r Meme membuat Axel tertarik dan suka mengganggunya.