
"Mi_minggirlah." ucap Alex mencoba mendorong gadis itu. Tubuhnya benar-benar sakit kebentur lantai halaman.
"Gak mau aku! dimana Karina, huh!" tanyanya penuh emosi.
Alex menghela nafas menatap gadis atasnya.
"Baiklah aku akan memberi tahuku, tetapi menyingkir dulu dari tubuhku!" ucapnya dengan datar dan ketus. Mata tajam itu berubah menjadi bete menatap wanita aneh di hadapan nya.
Lucy segera melepaskan Alex lalu berdiri dan menunggu pria itu bangkit. "Lama kali kau bangkitnya!" ucapnya dengan kasar.
"Sabar lah!" balas Alex tak kala kasarnya.
Lucy terus menatap datar pria di depannya. Beberapa detik terjadi keheningan. Lucy yang kesal segera membersihkan tendangan ringan ke pinggang Alex. "Kasar banget sih jadi cewek!" kesal Alex yang mengelus bekas tendangan ringan Lucy.
"Lambat!" cetus Lucy dengan datar.
"Wanita itu sudah tidak bersama denganku." ucap Alex dengan mata yang menatap Lucy. Lucy masih diam mendengarkan. "Tak berapa lama sebelum kau datang kesini, ada penyusup yang masuk ke kamar wanita itu dan menculiknya." ucap Alex melanjutkan ceritanya.
"Huh!" Lucy membuang nafasnya kasar ketika mendengar Karina di culik. "Apa kau tau dimana mereka membawa nya?" tanya Lucy dengan ekspresi yang sama.
__ADS_1
"Ya, aku tau dimana." ucap Alex dengan membuang nafas sedikit kasar.
"Dimana?" tanya Lucy tak sabar.
"Di kediaman rival ku Arsenio." ucapnya jijik ketika menyebut nama rivalnya itu.
"Kau harus ikut denganku ke sana!" ucap Lucy dengan ketus.
"Apa!" ucapnya kaget mendengar penuturan Lucy.
"Kenapa? apa kau takut?" bentak Lucy seakan meremehkan.
"Aku takut? hhhhh." ucap Alex sembari menertawakan ucapan Lucy.
"Mati atau tidak, itu urusan nanti! intinya mari berjuang sebelum menang." ucap lebih dengan sangat percaya diri. Bahkan gadis itu tersenyum menyeringai ke arah Alex.
"Aku tak ingin mengambil resiko! jika kau mau, kau saja yang pergi ke sana!" ucap Alex ketus dengan wajah yang sangat mengesalkan di mata Lucy.
"Kletok." satu jitat kan melayang di kepala Alex.
__ADS_1
"Mamp*s! kenak kau kan!" ucap Lucy dengan nada arogannya.
"Beraninya kau menjitak kepala ku!" bentaknya berteriak penuh amarah.
"Beranilah!" bentak Lucy balik dengan wajah yang hampir tak berjarak lagi dengan Alex.
"Ayo, ikut kau!" ucap Lucy menarik kasar tangan Alex. Alex akhirnya mengalah dan mengikuti wanita keras kepala di depannya.
"Ayo naik!" ketus Lucy memerintahkan Alex untuk naik ke motornya.
"Apa kau gila ke sana naik ini?" tanya Alex memperhatikan motor yang di tumpangi Lucy.
"Terus naik apa bod*h!" ucapnya dengan nada ketus.
"Naik mobilku saja. Simpan motor butut mu itu!" cetus Alex lalu segera memerintahkan Beberapa anak buahnya mengambil mobil.
"Kurang ajar kau!" ketus Lucy dengan wajah datarnya. Mau tak mau Lucy menyimpan motor kesayangan nya di kediaman Alex.
Beberapa menit berlalu kini mobil sudah siap. "Naiklah!" perintah Alex dengan nada tak bersahabat. Lucy segera membuka pintu depan sebelah pengemudi. Alex yang sudah berada di kursi penumpang terdiam melihat gadis itu duduk di samping Axel. "Apa maksudmu?" tanya kesal ketika Lucy memilih menemani Axel daripada dirinya.
__ADS_1
"Kenapa? dah gila kau ya!" ketusnya lalu segera memasang sabuk pengamannya.
"Kaulah yang gila!" balas Alex dengan nada ketus.