World Lion Mafia

World Lion Mafia
Berhasil Melarikan Diri


__ADS_3

"Ada apa Tuan, kenapa kita harus pergi?" tanya Laura bingung dengan mata yang terus menatap Alex meminta jawaban.


"Setelah kita sampai di sana, akan ku ceritakan. Ok." ucap Alex dengan kedua tangan yang menyentuh wajah cantik Laura.


Laura mengangguk setuju dengan ucapan Alex.


Alex, Vino, Laura dan kepala pelayan di Luan pergi ke bandara pribadi di belakang mansion. Para pelayan dan pekerjaan lain nya menyusul dengan pesawat yang berbeda dengan pesawat yang di tumpangi Alex. "Cepat terbangkan pesawat ini." teriak Vino dengan nada tegas dan menekan. dua pilot pesawat segera menerbangkan pesawat pribadi itu dengan hati yang tertekan.


Tak lama pesawat Alex terbang, pesawat yang lainnya ikut menyusul sehingga mansion itu menjadi mansion mati seketika. Laura melirik keluar jendela pesawat. Dia seperti melihat sesuatu yang kecil seperti sekumpulan semut menyerang pesawat mereka. Tapi, berkat kecepatan Alex dan kelihaian pilot, semua pesawat selamat dari peluru dan ledakan yang di tujukan ke arah mereka.

__ADS_1


"Siapa mereka? kenapa mereka ingin mencelakakan kita?" tanya Laura dengan wajah pucat bercampur panik. Hampir saja nyawa mereka melayang jika terkena tembakan dari bawah.


Pesawat sudah lepas landas meninggalkan mansion itu beberapa menit yang lalu. Tak tau apa yang menyebabkan Alex terburu-buru meninggalkan tempat itu. Yang pasti Alex sedang menyelamatkan semua bawahan nya.


"Tenang Laura, hal seperti ini sudah biasa terjadi." ucap Alex dengan santai tanpa rasa takut atau terauma sedikit pun. Laura hanya mengangguk tanpa merasa tau apa maksud Alex. "Jika kau mengantuk tidurlah." ucap Alex dengan senyum tulus.


Masih di bandara mansion Alex, terlihat Axel mengumpat kasar melihat kepergian pesawat Alex yang semakin menjauh dan menghilang di telan awan. "Sial!" umpat Alex dengan rahang yang mengeras. "Cepat deteksi kemana pesawat sialan itu terbang." perintah Alex kepada bawahan nya yang merupakan seorang pengendali dan pendeteksi pesawat handal.


"Baik Tuan." ucap Yuke salah satu bawahan kepercayaan Axel dan Arsenio.

__ADS_1


"Ayo pergi." perintah Axel dengan nada tegas dan wajah yang menyeramkan. Axel menghentikan langkah nya sesaat dengan kepala sedikit miring ke kanan lalu berkata, "Hancurkan tempat ini!" ucap nya dengan penuh penekanan yang dingin.


Para anggota yang di khusus kan membuat bom segera mungkin meledakkan mansion mewah Alex. Tidak tahu berapa kerugian yang di alami rival Arsenio itu. Para anggota khusus bom meletakkan bom di setiap sudut mansion. Ketika Axel dan para anggota sudah melajukan mobilnya di jarak aman, Dengan sekali tekan, Axel berhasil membuat mansion Alex menjadi tak berbentuk. Suara ledakan itu sangat dahsyat hingga terdengar sampai ke penduduk setempat. Jarak mansion Alex dengan penduduk berjarak lumayan jauh.


Di kamar terlihat Arsenio masih menutup matanya dengan sempurna. Sadar atau tidak bibir sexy nya bergumam seperti menyebut nama seseorang. Wajahnya berkeringat dengan tubuh yang gelisah. "Laura...Laura..." ucap Arsenio pelan tapi masih bisa di dengar kepala pelayan dan dokter pribadi sekaligus sahabatnya.


"Aku rasa, Gadis itu harus cepat di temukan. Aku yakin keadaannya akan membaik setelah gadis itu kembali." ucap dokter Leon dengan mata yang menatap pak mun dengan wajah serius.


"Arsenio,,, sadar Arsenio,,, sadar." ucap Leon mencoba membangunkan Arsenio dari tidur nya. Dokter pribadi itu menepuk-nepuk pipi Arsenio dengan sedikit keras. Berkat usaha dan doa, akhirnya Leon berhasil menyadarkan Arsenio.

__ADS_1


__ADS_2