World Lion Mafia

World Lion Mafia
Air Panas


__ADS_3

"Kenapa kau menjauh? kau jijik dengan ku!" ucap Arsenio marah sembari menatap tajam ke arah Laura.


"Tidak tuan, saya tidak jijik." ucap Laura membela diri dengan kepala yang menggeleng dengan pelan.


"Terus kenapa kau berdiri sangat jauh!" bentak Arsenio dengan tatapan tajam yang tak lepas dari Laura.


"Saya merasa tidak pantas untuk berdekatan dengan tuan." ucap Laura beralasan. Gadis itu sangat gugup saat ini.


"Tidak pantas!" suara Arsenio sudah meninggi ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Laura. Mungkin Arsenio salah sangka. Dasar sangat sensitif, sesensitif kulit bayi.


"Maksud sa-saya, saya merasa tidak pantas berdekatan dengan tuan, karena saya ini orang miskin, tubuh saya kotor dan banyak lagi kekurangannya. Saya takut anda tidak nyaman bila berada di dekat saya." ucap Laura asal demi menyelamat kan diri nya dari amuk kan singa di depan nya. Kasihan sekali diriku yang harus merendah kan diri di hadapan pria angkuh ini!

__ADS_1


"Baguslah kalau kau tau diri!" ketus Arsenio dengan tubuh yang bangkit dari duduk nya. Dia berjalan ke kamar mandi. Seperti biasa, Arsenio selalu berendam tidak mengenakan sehelai kain pun. Di dalam sana mulai memasuki kaki nya ke dalam bak mandi, dan seketika, "Ahhh..." Arsenio berteriak sebab merasakan panas dan sakit di kaki nya.


Para pelayan yang mendengar teriakan Arsenio langsung bergegas menghampiri nya. "Gadis bodoh...!" teriak Arsenio dari dalam kamar mandi.


"Ada apa tuan?" tanya Pak Mun panik dengan mata yang fokus kepada Arsenio.


"Cepat panggilkan dokter, kaki ku sakit! gadis bodoh itu memenuhi bak mandi ku dengan air panas!" ucap nya dengan suara yang keras kearah Pak Mun yang di mana suaranya itu masih bisa di dengar oleh Laura.


Ya Allah, bagaimana ini...aku merasa menuang kan air dingin tadi, tetapi kenapa bisa menjadi air panas? pasti aku akan di hukum lagi...Selamat kan lah aku ya Allah...


Arsenio menatap Laura dengan mata yang sangat tajam. Dia benci sekaligus kesal dengan gadis ceroboh itu. Bagaimana bisa gadis itu tidak tau jika air yang memenuhi bak mandi nya adalah air panas! Itulah sekira nya yang berada di dalam fikiran Arsenio. "Hey kau gadis bodoh!" panggil Arsenio dengan wajah kesal dan nada membentak.

__ADS_1


"Iya Tuan." ucap Laura mendekat ke arah Arsenio dengan wajah menunduk takut.


"Lihat apa yang kau lakukan, kaki ku sakit karena kelalaian mu! apa kau begitu bodoh! sehingga tidak dapat membedah kan mana air panas dan mana air dingin!" ucap Arsenio mengeluar kan semua kekesalan nya pada Laura.


"Maaf kan saya tuan." ucap Laura meminta maaf dengan wajah yang terus menunduk.


"Apakah kau kira dengan meminta maaf kaki ku akan segera sembuh! Malam ini kau tidak boleh tidur! kau harus menunggu sampai mata ku ini tertutup. Itu hukuman untuk gadis bodoh seperti mu!" bentak Arsenio dengan sangat kesal nya.


Tanpa perasaan Arsenio memberikan hukuman yang sangat susah bagi Laura. Bagaimana bisa Laura tidak tidur semalaman, jika jam tidur biasa nya saja jam sembilan hingga sepulu malam. Semoga Laura bisa dan kuat menjalani hukuman nya. "Maaf kan saya tuan." lagi-lagi Laura hanya bisa memintah maaf tanpa melihat Arsenio.


"Suruh gadis bodoh ini keluar dari kamarku, aku muak melihat wajah jelek nya itu!" hina Arsenio dengan nada yang arogan dan rahang yang mengeras.

__ADS_1


"Baik tuan." ucap Pak Mun lalu menatap ke arah Laura seakan berkata 'keluar lah Nona agar kau selamat.' Itu lah sekira nya yang di tangkap Laura dari tatapan Kepala Pelayan.


"Permisi tuan." pamit Laura sembari membalikan tubuh nya lalu berjalan ke arah pintu keluar.


__ADS_2