World Lion Mafia

World Lion Mafia
Masak Mie dan Kue


__ADS_3

Kok dia bisa mendengar suara ku sih? padahal suaraku sangat pelan! Aduh,,, habislah aku,,,


Setelah beberapa menit, Laura masuk kembali ke dalam kamar. Gadis itu membantu beberapa pelayan yang sudah membawah makanan kedalam kamar itu. "Ambilkan aku itu." ucap Arsenio dengan jari yang menunjuk ayam goreng.


"Baik tuan." ucap Laura sembari mengambilkan sepotong ayam yang lumayan besar lalu memindahkan ayam itu ke piring milik Arsenio.


"Silahkan tuan." ucap Laura setelah meletakkan sepotong ayam itu.


"Hm,,," Arsenio hanya membalas dengan deheman. Arsenio mulai memakan makana nya dengan tenang.


Waktu terus berlalu tak terasa Laura sudah tiga bulan menjadi tawanan yang berkedok pelayan. Beberapa Minggu ini Arsenio tidak berada di mansion karena sedang ada bisnis di luar kota. Laura begitu bahagia menikmati kebebasan nya. Gadis ini menghabiskan waktu nya untuk berkebun di taman belakang mansion. Tidak ada yang menggangu aktifitas gadis ini bahkan Arsenio sekalipun.

__ADS_1


Hari mulai terik, Laura segera menghentikan kegiatan menanam bunga nya. Gadis itu membersihkan pakaian dan tangan nya lalu beranjak menuju dapur. Kaki Mungil itu berjalan dengan sedikit gerakan gemulai. Laura bernyanyi seperti seorang putri


menuju dapur. Para pelayan tersenyum memperhatikan lakukan Laura.


"Selamat siang." Laura sudah berada di depan pintu dapur dengan tangan yang mengetuk pintu. Gadis itu tersenyum sembari terus berjalan menuju kompor.


"Siang Nona." ucap para koki dan pelayan yang bertugas di bagian dapur. Kepala koki berjalan mendekati Laura lalu berkata, "Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya kepala koki dengan kepala yang sedikit membungkuk.


Para koki sangat takut dan panik jika Tuan Muda nya tau Laura berada di dapur. Terlihat kepala pelayan dan beberapa pelayan lain nya masuk ke dalam dapur dan mendekat ke arah Laura.


"Nona, apa tidak sebaik nya para koki saja yang masak? nanti Nona bisa lelah." ucap kepala pelayan mencoba membujuk Laura.

__ADS_1


Memang semenjak Arsenio ke luar kota, Laura tidak pernah menginjak kan kaki nya di dapur lagi. Gadis itu rindu memakan masakan nya sendiri maka nya dia bersikeras menolak semua bantuan koki dan pelayan.


"Tidak Pak, saya ingin masak sendiri. Tenang, jika Tuan Axel bertanya, bilang saja aku yang ingin memasak." ucap Laura dengan senyum yang tak pudar dari bibir mungil pink-nya.


Akhir nya semua nya yang berada di sana membiarkan Laura melakukan apa yang ia ingin kan. Mereka tidak bisa menghentikan gadis itu. Toh, Arsenio sedang tidak ada di mansion. Dan lagian ini kemauan Laura sendiri.


Karena sudah di izinkan memakai dapur, akhir nya Laura segera bergegas menyiapkan semua bahan-bahan yang ia butuhkan untuk membuat kue dan memasak mie. Dengan senyum dan senandung kecil Laura mengaduk mie instan nya.


Beberapa menit berkutat dengan alat dapur akhirnya Laura menyelesaikan masakannya. Tak lama mienya masak, kue yang di buat Laura pun sudah mata dan siap untuk di santap. Laura menata semua makanan yang di buatnya di meja dorong lalu mendorong meja itu ke taman belakang.


Hari yang panas mulai berubah menjadi mendung, terlihat tumbuhan dan dedaunan di tiup angin. Hal ini menambah kesan waktu santai Laura.

__ADS_1


__ADS_2