World Lion Mafia

World Lion Mafia
Menyusul Ke Hutan


__ADS_3

"Maafkan kami Tuan, gadis itu sangat gesit dan kuat." ujar anak buah Inder dari ujung telepon.


"Dasar tak becus,,,mengurus satu wanita saja kalian tak bisa!" ketus Marco dengan aura dingin nan menyeramkan. "Dimana gadis itu?" tanya Marco sembari menatap mata tajam Inder sesaat, seakan mengerti apa yang tengah di inginkan pria itu.


"Di hutan xxx Tuan." ujarnya dengan sedikit meringis menahan sakit di ujung bibirnya.


"Hm." Marco memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak. Setelah menyimpan handphone nya, Marco segera berjalan menghampiri Inder yang sedang menghisap rokok nya. "Apakah kita akan pergi Tuan?" tanya Marco mastikan.

__ADS_1


Mata tajam itu menghunus tajam menatap manik mata Marco dengan bibir yang sibuk membuang asap. Marco segera menyiapkan mobil dan beberapa anak buahnya. Kini Inder dan Marco sudah berada di dalam mobil menuju hutan xxx. Dengan santainya Inder menyenderkan punggungnya nya dengan berpangku kaki. Wajah datar nan dingin di sertai mata tajam membuat Inder terlihat sangat beribawa dan maskulin.


Di pertengahan jalan menuju lokasi yang tak jauh lagi, samar-samar Inder seperti melihat tiga orang wanita. Wajahnya tak jelas di mata Inder. 'Apa yang di lakukan para wanita itu di hutan seperti ini' itulah sekiranya yang di fikiran Inder. Inder tak ambil pusing, dia memilih cuek dan bersikap bodoh amat dengan para wanita itu.


Beberapa menit berlalu, kini Inder sudah berada di depan para anak buahnya yang sudah babak belur. Bahkan ada yang tak sanggup berdiri karena kuatnya tendangan Lucy. Inder menatap nyalang ke arah anak buahnya yang terkapar sembari membuang napas dinginnya.


Siapa gadis itu? aku begitu penasaran dengan dirinya. batin Inder masih dengan tatapan dingin ya.

__ADS_1


Tak ingin membuat tuannya menunggu, Marco segera menjalankan mobilnya menuju tiga wanita yang berpapasan dengan beberapa menit yang lalu. Tak lupa para anak buahnya yang terkapar ikut di mobil belakang.


Mata Inder menusuk tajam melihat para wanita di depannya. Mata tajam itu lebih fokus menatap wanita yang mengenakan sweater di depannya. Dia sangat kenal dengan dua wanita di sisi Lucy. Inder tersenyum devil melihat kejutan di depan nya.


Semua berpihak padanya. Inder memerintahkan Marco untuk mencegat langkah para wanita itu. Para wanita refleks berhenti melihat beberapa mobil hitam mengepungnya. Karina dan Laura sudah berfikiran negatif, mereka segera memegang tubuh Lucy dengan kuat. Mata indah Laura dan Karina menatap takut melihat beberapa pria serba hitam bertubuh besar. Mata tajam Lucy melihat beberapa pria yang sempat ia habisi beberapa waktu lalu.


Inder keluar di bagian akhir, auranya benar-benar sangat kuat dan terlihat gagah. Wajah tampan itu tersenyum sinis melihat para wanita di depannya. Dengan gaya cool nya, Inder menyenderkan tubuhnya di pintu mobil. "Hay." sapa nya dengan ekspresi yang mengesalkan. Lucy menatap datar pria songong itu.

__ADS_1


Menarik sekali gadis ini. batin Inder menatap wajah datar serta mata sinis Lucy.


"Sepertinya kalian sangat kelelahan, apa kalian membutuhkan tumpangan?" tanya Inder sok rama dan akrab. Wajah mengesal kan dan senyum sinis nya tak pudar sedikitpun. Hal itu membuat Laura dan Karina semakin mengeratkan pegangannya takut. Berbeda halnya dengan Lucy yang terlihat acuh dan tak peduli.


__ADS_2