World Lion Mafia

World Lion Mafia
Penyelamat


__ADS_3

Tanpa berbicara, tiba-tiba saja Laura menangis histeris mengingat semua perbuatan jahat orang-orang padanya. "Hey, kenapa menangis." ucap wanita itu sembari menarik Laura kedalam pelukannya. "Apa kau baik-baik saja?" tanya wanita itu dengan tangan yang mengelus punggung gemetar Laura. Laura tidak menjawab dan terus menangis di pelukan wanita itu.


"Jika kau tak ingin menjawab, setidaknya beritahu aku namamu!" ucap Lucy dengan nada sedikit ketus.


Laura menarik ingusnya lalu menghapus air matanya. "Nama saya Laura." ucap Laura dengan nada yang masih cengkuk kan.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum melihat Laura yang mulai mau berbicara. "Nama yang bagus." puji wanita itu dengan mata yang menatap manik mata Laura. "Namaku Lucy, btw." ucap Lucy dengan sangat anggun dan berwibawa. Gadis itu terlihat sangat dewasa dari nada bicara dan sikapnya. Laura merasa nyaman dan terlindungi di dekat Gadis yang bernama Lucy itu.


"Kau terlihat pucat dan lelah, apa kau mau ikut bersamaku?" tanya Lucy kembali dengan wajah datarnya. Laura mengangguk dengan cepat. Dia benar-benar takut Sendiri di hutan yang gelap itu. "Baguslah jika kau bersedia ikut denganku." ucap Lucy lalu segera berdiri dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sweater nya. Gadis itu mengeluarkan plastik bening seperti lakban. Dengan cepat Lucy memanjat pohon di belakang Laura dan segera membuat rumah pohon dari plastik bening di tangannya. Laura heran dan kaget dengan kelincahan Lucy. Dia terus memperhatikan pergerakan dan aktivitas yang dilakukan Lucy di atas sana.


Setelah selesai, Lucy turun dari pohon lalu membawa Laura ke atas sana. "Malam ini kita tidur di sini dulu ya. Malam-malam begini sangat berbahaya jika kita keluar dari hutan. Apalagi posisinya kita di tengah hutan." ucap Lucy dengan senyum simpul menatap wajah menyedihkan Laura. Lucy turun lagi ke bawah meninggalkan Laura di atas sana.

__ADS_1


"Takut?" tanya Lucy dengan senyum devil nya menatap Laura. Laura mengangguk dengan tangan yang masih membekap mulutnya. "Gak usah takut, mereka gak bisa memanjat pohon." ucap Lucy dengan tangan yang menggeser tubuh Laura dari pintu tenda. Kini posisi Laura sangat aman dan jauh dari pintu tenda. "makanlah." ucap Lucy setelah mengeluarkan makanan dan minuman dari dalam sweater nya. Gadis itu seakan pemilik makanan itu. Dengan tak tau malunya, dia membuka cemilan dengan giginya lalu menawarkan Laura.


"Makan saja kak, saya mau makan roti ini saja." ucap Laura dengan bahas formalnya. Lucy sedikit risi dengan bahasa Laura.


"Biasa saja, gak usah pakai bahasa formal." ucap Lucy yang di angguki Laura.

__ADS_1


Pendiam sekali gadis ini. Sendari tadi aku terus yang banyak bicara. batin Lucy menatap Laura dengan mata tajamnya.


Laura terus memakan makanannya dengan pandangan yang kosong. Laura terlihat sangat tertekan dan stres. "Sebenarnya apa yang yang terjadi? ceritalah, mana tau aku bisa membantu dan meringankan beban mu." ucap Lucy to the point. Benar-benar tak tau malu kau Lucy. Dasar kepo!


__ADS_2