
"Terimakasih sayang sudah mau memberikan kesempatan padaku untuk memulai semuanya dari awal bersama mu. Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintai mu," ucap Arsenio dengan sangat tulus nya. Pria itu memeluk Laura dengan air mata yang terus mengalir. Ia tak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaan dan keharuannya.
"Aku juga mencintai mu sayang, tetap lah bersama ku." ucap Laura yang di angguki Arsenio dengan pelukan yang belum terlepas.
"Sayang," panggil Laura sembari melepaskan pelukan nya dan beralih menatap mata sembab nan tajam Arsenio. Tangan kecil nan lemah Laura mengelus rahang tegas Arsenio dengan sangat lembut nya. Arsenio memejamkan matanya merasakan belaian menenangkan itu.
"Hm," sahut nya dengan mata yang masih terpejam sebab terlena dengan elusan Laura.
__ADS_1
"Maukah kau berjanji satu hal padaku?" tanya Laura terus memperhatikan Arsenio yang mulai membuka mata sayu nya.
"Katakanlah sayang, aku mendengarkan mu," ucap Arsenio membuat Laura menerbitkan senyum bahagia nya.
"Bisakah kau meninggalkan dunia gelap itu untuk ku sayang?" tanya Laura yang seketika membuat jantung Arsenio berdetak.
"Sayang,,, aku sangat menyukai setiap kata yang kau lontarkan kepadaku selain mencintai melebihi Tuhan." ucap Laura dengan mata yang tetap fokus membalas tatapan Arsenio suaminya. "Mau secinta apapun kamu pada suatu hal, Cinta mu itu tidak boleh lebih besar daripada selain Tuhan. Aku menghargai cinta yang kau berikan Sayang, namun jangan berikan cintamu padaku melebihi cinta mu pada Tuhan. Cintamu pada Tuhan pokoknya harus lebih besar daripada cinta mu kepada ku dan kepada yang lain nya." ucap Laura memberikan sedikit nasehatnya pada Arsenio.
__ADS_1
Arsenio tersenyum mendengar nasehat lembut yang keluar dari mulut indah wanita yang sangat di cintai nya. Ia benar-benar kagum dan takjub atas kebaikan dan ke shalihah-an Laura. "Tak salah aku memilih dan mencintai mu sayang. Selain baik, cantik, lembut dan penyayang, kau adalah wanita yang sangat mencintai Tuhan. Aku sangat bersyukur dan bahagia bisa mengenal dan memiliki mu." ucap Arsenio lalu menciumi seluruh wajah Laura dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta nya.
Terimakasih Tuhan, berkat engkau, aku bisa kembali kejalan mu dan bertemu dengan bidadari mengagumkan ini. batin Arsenio sembari tersenyum pada Laura yang juga tersenyum padanya.
"Jadi bagaimana sayang, bisakah kau meninggalkan dunia itu demi Tuhan dan diriku?" tanya Laura sembari mencari keseriusan di mata Arsenio.
"Tentu saja sayang, aku akan meninggalkan dunia gelap itu demi Tuhan dan dirimu," ucap Arsenio yang langsung mendapat pelukan dari Laura. Arsenio mengelus punggung Laura yang bergetar disebabkan menangis haru.
__ADS_1
Terimakasih ya Allah atas segala kebaikan dan kebahagiaan yang engkau berikan. Maafkan aku jika semasa engkau menguji ku aku kurang bersyukur dan sering bersangka buruk padamu yang jelas-jelas tau segala nya tentangku melebihi diriku sendiri. Aku mencintaimu ya Allah dan izinkan lah aku mencintai hamba mu yang tampan ini. batin Laura dengan air mata yang mengalir sangat deras sehingga membasahi pakai bagian belakang Arsenio.