World Lion Mafia

World Lion Mafia
Makeover


__ADS_3

Beberapa menit berlalu, kini Laura sudah menyelesaikan acara makan nya. Tak berapa lama para pelayan pergi, masukkan beberapa orang wanita cantik dengan membawa beberapa barang yang cukup besar. Sepertinya itu seperti kotak rias. Dengan anggun dan senyum ramahnya, salah satu wanita itu mendekati Laura sembari berkata, "Nona, sudah waktunya kita makeover." ucap Lita yang merupakan Mua sekaligus makeup artis. Lita dan teamnya segera menyusun barang-barang dan membantu menyiapkan Laura.


Team Lita segera melulur dan memijat seluruh bagian tubuh Laura kecuali bagian sensitif. "Silahkan di rileks kan tubuh anda Nona." ucap Lita tersenyum dengan tangan yang memijat bahu Laura dengan lunglai dan lembut. Laura tak menjawab ucapan Lita. Dia hanya fokus padahal isi kepalanya saat ini.


Nyaman sekali pijatannya. gumam Laura dengan mata terpejam dan senyum samar di bibirnya.


Karena merasa sangat nyaman dan rileks, akhirnya Laura tertidur dengan tubuh yang masih di pijat lulur. Satu jam berlalu, kegiatan melulur telah selesai, kini Lita membangunkan Laura untuk memberikan dirinya di kamar mandi. Di kamar mandi team Lita sudah menyiapkan segala perlengkapan dan wewangian. Tak lupa mereka menyalakan uap segar di dalam sana.

__ADS_1


Laura yang merasa mendengar panggilan Lita segera membuka mata indahnya. Wajah bantal itu masih terlihat cantik walaupun baru bangun dari tidurnya. Dengan pelan dan tangan yang di gandeng Lita, Laura berjalan dalam kamar mandi. Laura terkejut ketika melihat kamar mandinya yang telah berubah menjadi kamar mandi princess.


"Apa aku bermimpi?" Laura melihat ke arah Lita dengan mata yang terlihat masih mengantuk.


Lita tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Laura. Sampai di depan bak, Lita menyuruh Laura masuk dan berendam di sana. Bak mandi itu di penuhi dengan bunga dan wewangian. Tak lupa hidung mancung itu menghirup uap segar yang berputar di ruangan itu. Lita dan dan beberapa anak buahnya membantu Laura membersihkan tubuhnya. Laura berendam dengan tubuh yang di balut kain basahan.


"Nona, saat nya mengguyur tubuh." ucap Lita dengan mata yang melirik keran gantung sesaat.

__ADS_1


Lita mengangguk dengan senyum tulus nan anggun. Laura membuang nafas lalu bangkit dan segera memposisikan dirinya di bawah pancur. Terlihat sekali jika Laura tak pernah mandi di pancuran. Tangan mungil itu berulang kali mengusap wajahnya yang di guyur air. Bahkan gadis kampung itu terlihat kehabisan nafas. Melihat ketidaknyamanan Laura, akhirnya kita menyudahi ritual mandinya. Setelah selesai dengan perawan tubuh, kini Lita membantu Laura mengenakan gaun pengantinnya.


"Cantik sekali walaupun tanpa makeup." bisik bisik team Lita.


"Pasti seperti Barbie jika sudah di make-up." ucap teman di sebelahnya.


Laura terlihat gugup dan tersipu malu mendengar pujian para karyawan itu. Laura menundukkan pandangan dengan kaki yang melangkah ke arah meja rias. Lita menegaskan dagu Laura lalu memegang bahu indah itu. "Anda cantik sekali nona, saya tidak sabar ingin memakeover anda." puji Lita sembari tersenyum.

__ADS_1


"Makasih mbak Lita atas pujiannya, apakah saya pantas mengenakan make-up?" tanya Laura dengan wajah sentuh seakan merasa tak pantas mendapatkan semuanya.


Lita yang mendengarkan penuturan Laura langsung merendahkan tubuhnya dengan tangan yang menggenggam tangan Laura. "Anda sangat pantas nona." ucap Lita mencoba mengembalikan mood Laura.


__ADS_2