World Lion Mafia

World Lion Mafia
Banyak Berubah


__ADS_3

Tak terasa, sudah hampir sebulan pernikahan Laura dan Arsenio berlangsung. Hari-hari Arsenio terlihat lebih indah semenjak Laura menjadi miliknya. Bahkan tak jarak Laura kelelahan karena terus di gempur Arsenio yang seakan tak ada puas-puasnya. Hari ini sesuai janjinya, Arsenio membawa Laura pergi keluar mansion hanya untuk jalan-jalan. Gadis itu butuh usaha yang cukup keras untuk meluluhkan hati yang membatu itu.


Arsenio sangat ketat menjaga Laura, sebab itulah dia selalu mengurung gadis itu di kediamannya. Para musuh dan pembencinya banyak di luar sana yang siap mengintai dirinya dan orang-orang yang ia sayang. Laura termasuk gadis beruntung yang di jaga dan di sayang oleh Arsenio. Pria itu benar-benar sudah banyak berubah karena saking cintanya ia terhadap istrinya. Yang dulu selalu marah dan membentak, sekarang sikap buruk itu berubah menjadi lemah lembut dan penuh kasih terhadap Laura.


Di dalam mobil, terlihat Laura tersenyum bahagia melihat pemandangan yang ia lewati. Semakin asiknya, ia sampai melupakan keberadaan Arsenio yang menatap kesal ke arahnya.


Lihat dia, pemandangan jalan bahkan lebih menarik menurutnya daripada memandang ku. Apa dia tak sadar bahwa dia telah mengacuhkan ku! batin Arsenio kesal dengan mata tajam yang terus melirik Laura.

__ADS_1


"Suamiku." panggil Laura menepuk tubuh Arsenio pelan dengan pandangan yang masih melihat ke arah jendela mobil. Arsenio mematung dengan mata yang fokus dengan tepukan yang tak sakit itu. Pria itu menghela nafas dengan sikap kurang ajar Laura yang memangil nya tanpa menoleh ke arahnya. Dan itu benar-benar sangat tidak sopan menurut Arsenio. "Hm." dehem kekesalan keluar dari bibir sedikit merah itu.


"Apa kita bisa putar balik sebentar? aku ingin membeli gula-gula itu." ucap Laura sambil menunjuk penjual gula-gula yang ia lewati barusa.


"Kau tidak boleh memakan makanan pinggir jalan." bantah Arsenio tanpa memberikan penjelasan.


Apa ini? dia imut sekali,,,aku jadi tak bisa menahan diri jika terus begini. batin Arsenio yang sudah masuk kedalam rayuan Laura.

__ADS_1


Karena tak tega melihat wajah memohon itu, akhirnya Arsenio menyuruh Axel untuk memutar mobilnya kembali. Laura tersenyum senang dengan hal itu. Setelah sampai di depan pedagang gula-gula, Axel langsung turun untuk membelikan gula-gula yang di inginkan Laura. Arsenio benar-benar sangat posesif sehingga dia tak mengijinkan Laura membeli gula-gulanya sendiri.


Laura melihat Axel berjalan kearahnya dengan permen kapas berbentuk love berwarna pink. Laura yang terlihat sangat antusias segera membuka kaca mobilnya. Arsenio yang melihat istrinya ingin mengambil permen kapas berbentuk love dari Axel, segera mendahului tangan Laura. Laura menatap heran dengan kelakuan Arsenio. Kan dia yang ingin gula-gula itu, lalu kenapa di ambil oleh suaminya. "Kena_" belum sempat Laura bertanya, Arsenio segera memotong ucapannya.


"Belikan lagi untuknya, jangan berikan dia gula-gula jelek itu!" ucap Arsenio sedikit kesal dan ketus. Laura hanya bisa diam seribu bahasa dengan sikap Arsenio.


"Baik Tuan" ucap Axel yang tak heran dengan sikap bosnya itu. Dengan cepat Axel kembali memesan gula-gula sesuai bentuk yang di inginkan Arsenio.

__ADS_1


__ADS_2