World Lion Mafia

World Lion Mafia
Di Jual


__ADS_3

Laura menggelengkan kepalanya seakan memohon untuk di lepaskan. Beberapa bandit menatap penuh hasrat ke arah Laura. Dua Bandi membawa Laura menghadap bosnya. Terlihat pria tua bertubuh gendut dan buncit berjalan kearah Laura dengan senyum penuh hasrat nya. Dengan beraninya pria gendut itu mengendus dan mencium wajah kusam Laura. "Cantik sekali." puji nya dengan tangan yang mengelus wajah cantik Laura. Laura menatap pria gendut dengan mata berkaca-kaca. Dia benar-benar takut. Tangan dan kakinya berkeringat bahkan sedikit bergetar.


"Mau kita apakah gadis ini bos?" tanya dua bandit yang memegang Laura. Lagi-lagi Laura hanya bisa menggeleng lemah dengan mata berkaca yang memohon.


"Apa kita akan menjual organ tubuhnya atau menjadikannya psk bos?" tanya salah satu bandit.


"Sangat cantik? sayang sekali nasibmu sayang." ucap pria gendut dengan senyum pahitnya. "Bawah dia ke kamarku. Aku ingin dia menjadi pemuas nafsuku." perintah pria gendut dengan senyum menyeringai nya.


"Bos, apa kami boleh mencobanya juga?" tanya salah satu anak buah bandit itu.


Mendengar penuturan itu, membuat Demox langsung menatap tajam ke arah anak buahnya itu. Dia tak rela pemuas nafsunya di cicipi orang lain. Anak buah yang mengatakan itu, langsung membungkam kan mulutnya takut melihat tatapan nyalang itu. Akhirnya para anak buah bandit itu membawa Laura ke kamar pria gendut dengan tangan dan kaki yang masih terikat.

__ADS_1


Siapa saja, tolong aku,,,hiks, hiks. batin Laura menangis ketakutan mengingat perkataan pria gendut yang akan menjadikan nya pemuas nafsu.


"Bruk." dua bandit menghempaskan tubuh Laura dengan sangat kasar. Tubuh Laura sangat sakit dengan benturan yang sangat keras itu. "Cklek." terdengar suara pintu yang di kunci dari luar kamar.


"Hmm,,,hiks,hiks." suara itu terdengar sangat pilu bagi siapa saja yang mendengar nya.


Kembali ke bos bandit. Terlihat pria gendut itu sedang berfikir dengan penawaran pria di depannya. "Bagaimana? aku ingin ginjal itu segera mungkin di berikan kepadaku." ucap pria yang ingin membeli ginjal bagus untuk istrinya. Demox kembali berfikir dengan tangan yang mengelus dagunya.


"15 miliar." ucap pria itu membuat Demox terkejut dengan uang yang di tawarkan pembelinya itu. Demox tersenyum devil melihat pria tak biasa di depannya.


Sepertinya pria ini sangat kaya, aku harus mengambil uang lebih darinya. batin Demox serakah.

__ADS_1


"Aku tidak menjual ginjal itu!" tolak Demox membuat pria di depannya menghela nafas. Karena dia sangat membutuhkan ginjal itu, akhirnya mau tak mau pun dia memberikan penawaran lebih pada Demox.


"Bagaimana kalau 25 miliar." Demox langsung bangkit dari duduknya dan langsung mengiyakan permintaan pembelinya itu.


Tak apa aku belum merasakan wanita itu, yang penting sekarang aku punya banyak uang. batin Demox tersenyum senang dengan penawaran pria di depannya. Transaksi itupun berhasil. Dengan cepat, Demox memerintah kan anak buahnya untuk membawa Laura dan menyerahkan nya kepada pria di depannya itu.


"Cklek." pintu kamar Laura terbuka. Laura yang sudah sedikit tenang, kini kembali panik melihat kedatangan dua bandit itu. "Hmm." Laura memberontak dengan kepala yang menggeleng secara berulang.


"Diam!" bentak salah satu bandit.


Setelah sampai di depan Demox, para bandit itu mendorong Laura kehadapan pria yang membelinya. tubuh Laura sedikit meringkuk takut. Pria di depan Laura menatap datar ke arah gadis di bawahnya. Dengan cepat, dia menyuruh anak buahnya agar segera membawa Laura pergi.

__ADS_1


__ADS_2