World Lion Mafia

World Lion Mafia
Pertemuan Dua Sahabat


__ADS_3

Meme tersenyum melihat perubahan di diri Laura. Kulit Laura terlihat lebih putih dan bersih dari yang sebelumnya. Wajah gadis itu semakin glowing. Bahkan tubuhnya tercium sangat wangi. Bukan hanya itu, penampilan Laura jauh sangat berbeda dengan sebelumnya yang di mana dulu selalu pakai rok panjang sekarang mengenakan dres selutut. Tak lupa beberapa perhiasan mewah yang di pakainya. Kata Upik abu telah terganti dengan Nona-nona kaya. Itulah pandangan meme terhadap Laura saat ini.


"Meme bagaimana kau bisa sampai disini?" tanya Laura sedikit berbisik. Dia tak ingin Arsenio tau dan mendengar pembicaraan nya dengan Meme.


"Panjang ceritanya Laura, bahkan aku sampai trauma." ucap Meme terdengar pilu di pendengaran Laura. Laura mengeratkan pelukannya dengan tangan yang mengelus punggung Meme. Gadis yang sudah berubah menjadi wanita Arsenio itu, mencoba memberikan kenyamanan dan ketenangan untuk Meme.


"Sudah, kapan-kapan kita bicara berdua. Ok." bisik Laura lagi membuat Meme mengangguk kan kepalanya.

__ADS_1


"Apa kau sudah makan Me?" tanya Laura dengan pelukan yang sudah terlepas. Laura menyentuh pipi Meme dengan mata yang menatap dengan penuh kasih sayang.


Tanpa kedua wanita itu sadari, di sisi pintu terlihat Arsenio kesal menahan cemburu dengan sikap dan perhatian Laura. Bagaimana bisa gadis itu bersikap manis dengan sahabat nya sedangkan dengannya kaku seperti patung. Kalaupun Laura bersikap manis dengannya, itu pastilah hanya keterpaksaannya saja.


Awas kau istri durhaka. Aku akan menghukummu nanti malam! batin Arsenio dengan memberikan tatapan dingin ke arah Laura dan Meme.


"Hm." dehem Arsenio membuat kedua wanita memalingkan wajahnya ke asal suara. "Sudah puas cerita nya?" tanya Arsenio sedikit julit. Mata itu sangat sinis menatap kebahagiaan keduanya yang tak melibatkan nya sedikitpun.

__ADS_1


Laura berjalan menghampiri Arsenio dengan senyum merekah di bibirnya. Laura menggandeng lengan kokoh Arsenio lalu menariknya kehadapan Meme sahabatnya. "Meme, ini suamiku. Kami baru menikah kemarin malam. Maaf aku tak sempat mengundangmu." ucap Laura merasa bersalah dan merasa sedih karena sahabat nya itu tak hadir di acara pernikahan nya.


Meme yang sudah tau hanya tersenyum. Kemarin Axel menculiknya hanya untuk menghadiri pernikahan Laura. Cuma mungkin, Laura tak sadar dengan kehadiran nya. Bagaimana bisa Laura mengenalinya sedangkan Meme sudah di make over oleh Mua. Itu semua perintah Arsenio agar Laura tak mengenali Meme dan menjadi kejutan juga untuknya. "Siapa bilang aku tak undang? kemarin malam aku datang kok di acara wedding mu. Kau benar-benar sangat cantik!" ucap Meme dengan tangan yang mencolek dagu Laura. Tatapan Arsenio semakin tajam dan sinis ketika melihat Meme mencolek dagu istrinya.


Kenapa pria ini, kenapa tatapannya sinis sekali melihat ku. Pasti dia bosnya sih pria kurang ajar itu! ntah-ntah pun dia yang merencanakan penculikan ku. Menyebalkan! kenapa Laura bisa ya menikah dengannya!umpat Meme kesal sekaligus marah dengan perilaku semena-mena bos dan anak buah itu.


Laura yang memperhatikan pandangan permusuhan itu segera menghidupkan suasana. Arsenio tak menaruh tatapan kesal lagi kepada Meme setelah Laura bermanja di lengannya. Laura tidak benar-benar tulus bermanja seperti itu. Dia hanya akting dan berupa-pura saja membahagiakan singa pamarah itu.

__ADS_1


__ADS_2