World Lion Mafia

World Lion Mafia
Rahasia Meme


__ADS_3

Meme membuang nafas kasar dengan tangan yang bertopang di dada. Mata yang terlihat galak itu memandang sinis pria yang membuatnya berada di sini. "Siapa kau!" tanya Meme pura-pura tak kenal dengan pria yang berada di depannya. Axel hanya tersenyum devil mendengar pertanyaan konyol itu. Tak mungkin gadis di depannya tak kenal dengan nya, sebab itulah Axel tersenyum.


"Kenapa matamu itu? apa kau tak takut mata jelek mu itu keluar!" ejek Meme dengan wajah jutek.


Bukannya Marah, Axel malah merasa lucu dengan wanita yang berada di depannya itu. "Aku tau rahasia mu." ucap Axel mencoba membuat Meme penasaran. Meme mengalihkan pandangannya ke arah bawah dengan fikiran yang bertanya-tanya.


"Tau apa kau tentangku!" sentak Meme dengan nada yang masih galak.

__ADS_1


Lagi-lagi Axel menerbitkan senyum devil di wajah datar dan dinginnya. Dengan perlahan, kaki tangan gila itu melangkahkan kakinya beberapa langkah, lalu mendekatkan bibirnya ke dekat telinga Meme. Meme tetap menegakkan kepalanya dengan mata yang melirik ke samping. "Ada kisah seorang wanita, dimana dia sering pup sembari memakan pepaya. Apa kau kenal orangnya?" Meme refleks menampar wajah tampan dingin itu. Axel terpaku di tempatnya menerima tamparan itu.


Senyum jahat di wajah dingin itu langsung memudar, sehingga wajah Axel kembali menjadi datar dan dingin. Meme terdiam sekaligus jantungan ketika tak sengaja menampar pria gila di depannya.


Mati aku,,,habislah...pasti dia marah. batin Meme dengan detak jantung yang cepat.


Kenapa dia diam? kan, sudah ku duga, pasti dia marah. batin Meme terus menatap mata Axel dengan tubuh yang beringsut.

__ADS_1


Setelah menatap Meme lumayan lama, akhirnya Axel memilih pergi meninggalkan gadis itu. Tidak tau apa yang ada di pikirannya. "Dia pergi? ternyata tamparan ku keren juga. Hhhh." ucap Meme berbangga diri. Meme mengira Axel takut dengan tamparannya. Meme tersenyum senang d Ngan mata yang terus melihat punggung kokoh nan lebar itu. Axel berjalan dengan hati yang berdebar.


Hatiku, ada apa dengan hatiku. Perasaan apa ini? batinnya bertanya-tanya. Axel terus memegang dadanya dengan mata yang fokus melihat ke arah depan. Tanpa Axel sadari, pak Mun memperhatikannya sendari tadi. pak Mun tak ingin ambil pusing, pria paru baya itu segera menyelesaikan perkerjaannya.


***


Di kamar, terlihat Arsenio baru selesai dengan perkerjaan barunya. Pria itu sudah beberapa kali menang dalam pertempurannya dengan Laura. Laura yang sangat kelelahan menghadapi jurus tendang seribu Arsenio pun tertidur dengan tubuh tak berdaya.

__ADS_1


Arsenio yang melihat Laura kelelahan dan tertidur, tersenyum bangga karena telah menjadi pria perkasa. Dia bangga pada diri dan adik kecilnya. Seperti tak kekurangan tenaga, Arsenio segera membersihkan dirinya. Pria itu memilih berendam dan merilekskan tubuhnya yang sudah sangat berkerja keras itu. Pria itu menyenderkan kepalanya di ujung bak dengan mata tertutup. Senyum indah nan mesum bercampur menjadi satu. Sungguh indah film yang yang berada di Fikiran nya saat ini.


__ADS_2