
Mata Laura menatap Pak Mun yang baru saja keluar dari kamar Arsenio. "Maaf Nona, Tuan Muda memanggil anda." ucap Pak Mun ketika sudah berada di dekat Laura.
Kenapa dia memanggilku? itu sangat menyeramkan! aku jadi takut untuk masuk.
"Nona." panggil Pak Mun yang menyadarkan Laura dari lamunannya.
"Iya Pak ada apa?!" ucap Laura dengan wajah yang terlihat bingung.
"Tuan Muda memanggil anda masuk." ucap Pak Mun mengulangi ucapan nya lagi.
"Baiklah Pak." ucap Laura dengan sedikit mengangguk hormat pada pak mun.
Tanpa menunggu lama, Laura segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar milik Arsenio. Dia berjalan dengan perasaan yang cemas dan tangan yang sedikit bergetar. Laura benar-benar spot jantung di buatnya. "Ma-maaf tuan, apakah tuan memanggil saya?" tanya Laura dengan rasa takut dan ucapan yang terbata.
"Cepat buatkan aku sarapan!" perintah Arsenio tanpa menjawab ucapan gadis itu. Mata tajamnya menatap Laura dengan sengit.
"Tuan mau di masakin apa?" tanya Laura dengan penuh kehati-hatian.
"Aku ingin kau memasakkan berbagai makanan untuk ku dalam waktu 2 jam!" bagai petir di siang bolong, Arsenio membuat Laura melebarkan dan membesarkan kedua bola matanya. "Kenapa kau menatapku seperti itu, kau tidak senang dengan perintahku?" ucapnya ketus dan arogan dengan satu alis yang sedikit terangkat.
__ADS_1
"Ti-tidak tuan, saya akan buatkan berbagai makanan untuk anda." ucap Laura dengan terbata. Gadis itu tidak bisa mengelak dan membantah. Melawan sedikit, maka nyawa taruhan nya.
"Hm." Arsenio hanya membalas ucapan Laura dengan deheman dingin nan mengerikannya.
"Kenapa kau masih di sini? cepat pergi!" usir Arsenio dengan nada yang tinggi.
Laura yang mendengar teriakan Arsenio pun langsung segera beranjak dari tempatnya.
"Ba-baik tuan." ucap Laura segera mungkin pergi meninggalkan kamar itu lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.
Datarnya bergetar sendari tadi.
"Baik tuan, saya akan mengawasi nona Laura." ucap Pak Mun dengan mengangguk hormat kepada Arsenio.
Arsenio mengangguk kan kepala nya pertanda mengizinkan Pak Mun mengawasi Laura. "Jangan biarkan gadis itu menghancurkan dapur ku!" perintah Arsenio yang di angguki Pak Mun.
"Baik tuan." ucap Pak Mun lalu melangkah pergi menyusul Laura yang berjalan menuju dapur. Dapur itu berada di lantai paling bawah sedang Laura sedang berada di lantai paling atas. Tak bisa di bayangkan, betapa lelah nya gadis itu.
Kenapa aku merasa pria itu seperti menghukum ku? padahal di rumah besar ini banyak para pelayan. Hmm,,, Mungkin dia ingin mengerjaiku. Ah ya sudahlah, toh aku tidak bisa membantah!
__ADS_1
Laura berjalan dengan cepat, kali ini Laura turun menggunakan lift bersama kepala pelayan. Gadis itu tidak tau cara menggunakan lift. Untung saja kepala pelayan ikut bersamanya, kalau tidak?waktunya mungkin akan habis untuk menuruni anak tangga satu persatu. Bayangkan mansion arsenio yang megah, luas, mewah dan tinggi. Mungkin mansion Arsenio memiliki empat sampai lima lantai.
Mansion arsenio sangat luas,tempat itu memiliki beberapa gedung yang berbeda. Anggap saja beberapa gedung memiliki lantai 4.
Gedung pertama.
Gedung ke dua di samping gedung pertama di bagian sebelah kiri.
Gedung ketiga di samping gedung pertama di sebelah kanan.
Gedung ke empat di belakang gedung pertama.
__ADS_1