
Senyum jelek bagaikan bunga bangkai itu tak henti-hentinya memekar. Mata tajam Sela melirik sinis ke arah wanita di samping nya. Tanpa berpikir panjang, Sela membawa Laura ke perdagangan manusia. Sungguh kejam dan mengerikan gadis licik itu.
Kembali ke mansion Alex, terlihat pria itu mengamuk dan menghukum semua orang yang kalau menjaga Laura. "Cepat selidiki orang yang menculik Laura ku!" teriakan sangat mengerikan di mansion itu. Para pelayan dan bodyguard bergetar takut melihat amarah Alex. Setelah selesai menghukum para penjaga, Alex segera menyusul Vino ke ruang bawah tanah untuk mengintrogasi anak buah orang yang menculik Laura.
Langkah kaki Alex terdengar nyaring di ruang gelap dan pegang itu. Mata tajam yang sudah memerah itu menatap lapar ke arah mangsanya. "Siapa yang menyuruh kalian? siapa!" bentak Alex yang membuat tawanan gemetar hebat.
"Bruk." Vino menendang pria yang tak menjawab pertanyaan bosnya. Tak kalah garang dari Alex, Vino juga terlihat menaik turunkan dadanya menahan amarah. "Katakan bedeb*h!" bentak Vino yang membuat tawanan itu semakin menciut. Karena tak ada satupun yang berbicara, Alex segera melepaskan satu tembak tepat di bahu pria di depannya. Darah mulai mengalir sesar membasahi bajunya. "Vino." panggil Alex dengan nada menggelegar.
"Iya Tuan." ucap Vino dengan wajah dan nada datarnya.
__ADS_1
"Kau taukan apa yang harus kau lakukan." tanya Alex dengan wajah yang sangat dingin nan mengerikan.
"Baik Tuan." ucap Vino yang segera mengkode anak buahnya untuk menyiksa dan membunuh tawanan dengan cara memasukkan nya ke kandang harimau kelaparan.
Setelah mengatakan itu, Alex segera pergi meninggalkan ruang bawah tanah itu. Tempat itu sangat tidak layak untuk pria tampan seperti nya.
***
"Maafkan aku sayang, aku sudah lalai menjagamu." ucap Laura menatap foto Laura dengan air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Tuan." panggil Axel yang baru saja tiba di kamar Arsenio. Arsenio hanya melirik sekilas tanpa menjawab panggilan Axel. "Tuan, kami sudah menemukan keberadaan Nona Tuan." mendengar hal itu membuat Arsenio langsung mengalihkan pandangannya menatap Axel.
"Dimana mereka membawa nya?" tanya Arsenio dengan wajah khawatir bercampur antusias. Axel menghela nafasnya dengan kasar. Dia terlihat takut memberi informasi yang ia dapat. "Katakan!" desak Arsenio mendesak Axel. Mau tak mau Axel pun memberi taukan kemana Sela membawa Laura.
"Nona di bawah ke pasar perdagangan manusia Tuan." ucap Axel seakan tak sanggup mengucapkan kata itu.
"Berengsek." teriak Arsenio langsung meninju dan memukuli Axel dengan membabi buta. Bos world Lion Mafia itu sudah berada di kemarahan terpuncak nya. Dengan cepat, Arsenio segera pergi menyusul Laura ke pasar gelap, di mana lagi kalau buka perdagangan manusia.
***
__ADS_1
"Bawah dia bersama kalian." perintah Sela menyerahkan Laura ke para bandit yang berkuasa di daerah itu. Dengan senang hati, para bandit itu membawa Laura dengan tangan dan kaki yang masih terikat. Setelah menyerahkan Laura, Sela segera bergegas pergi meninggalkan tempat laknat dan tercela itu.