World Lion Mafia

World Lion Mafia
Berangkat Ke Italia


__ADS_3

"Mengerti tuan." ucap para anggota dengan lantang dan tegas pada Arsenio dan Axel.


"Bagus" ucap Arsenio dengan puas ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut para anak buahnya itu. Tak hanya mempersiap kan anggota, Arsenio dan Axel pun juga mempersiap kan dan memeriksa senjata yang akan mereka gunakan untuk membunuh dan menghancurkan musuhnya.


Di kediaman mansion Arsenio, terlihat laura sudah sadar dari pingsannya, walaupun di bilang tubuhnya masih lemah. "Nona." ucap pelayan wanita yang di perintahkan untuk menjaga laura. "Pelan pelan Nona." ucap pelayan itu sembari membantu Laura untuk bangkit dari tidurnya.


"Terima kasih Mbak." ucap Laura pelan sembari memegang kepalanya yang sedikit pusing.


"Panggil saja saya Nila Nona." ucap pelayan itu kepada Laura.


"Apa masih sakit?" tanya pelayan itu dengan penuh perhatian sembari memeriksa dan mengecek kondisi tubuh Laura.

__ADS_1


"Saya baik-baik saja Mbak." ucapnya dengan pelan kepada Nila yang berada di sebelahnya.


"Baguslah kalau Nona sudah merasa baik-baik saja...Sekarang kita makan ya nona, siap itu istirahat." ucap Nila dengan lembut dan pelan.


"memangnya apa yang terjadi dengan saya, makanya harus minum obat?!" tanya Laura bingung kepada Nila.


"Tuan muda menemukan Nona tak sadarkan diri, dan tuan muda juga yang memanggilkan dokter untuk memeriksa Nona." ucap Nila menjelaskan kepada Laura. Laura menunduk sedih, ntah apa yang sedang di fikirkan nya.


"Tidak apa Nila." ucap Laura sembari tersenyum yang di paksakan, padahal air matanya sedikit lagi menetes dan jatuh.


"Ya sudah Nona, kita sarapan dulu ya. Nanti tuan muda bisa marah jika Nona tidak sarapan." ucap Nila menjelaskan dengan raut wajah yang ketakutan.

__ADS_1


"Baiklah Nila." ucap Laura mengikuti kemauan Nila, kebetulan dia juga lapar karena belum memakan sedikit nasi pun beberapa hari ini.


Akhirnya Laura pun memakan makanannya dengan cara di suapi oleh Nila, sebab tangannya tidak sanggup memegang piring. Tubuh Laura benar benar lemas untuk saat ini. Dia masih bisa bicara saja sudah bersyukur.


Hari terus berlalu, tak terasa cepat sekali waktu berputar dan tak terasa sudah seminggu juga Laura menjadi tahanan seorang Arsenio. Dua hari lagi adalah acara pesta yang akan di adakan Inder. Dan hari ini, Arsenio bersiap-siap untuk berangkat ke Italia untuk menghadiri pesta yang di langsung Inder. Sebenarnya Arsenio ingin memantau anak buahnya yang sudah berada di Itali, ia juga tak ingin apa yang sudah ia rencanakan jauh-jauh hari gagal begitu saja.


Di kamar lantai atas, terlihat Arsenio sedang mengenakan tuxedo nya, tak lupa rambut yang sudah rapi dan tentunya wewangian yang sudah di kenakannya. Sepatunya tampak lebih berkilau dari pada biasanya. Bahkan sekarang Arsenio jauh lebih tampan dan keren dengan gaya maskulinnya serta raut wajah yang dingin, cuek dan arogan.


Karena Arsenio setiap hari melakukan gym, terlihat tubuh kekar dan tingginya menjadi lebih sempurna dan perfect. Lihat saja ototnya masih bisa terlihat walaupun sudah mengenakan toxedo. Benar-benar pria impian. "Apakah semua sudah siap?" tanya Arsenio sembari menunggu dasinya yang sedang di rapikan oleh pelayan.


"Sudah tuan, semuanya sudah siap dan sesuai dengan rencana." ucap Axel menjelaskan.

__ADS_1


"Hmm.." jawab Arsenio dengan deheman dinginnya.


__ADS_2