World Lion Mafia

World Lion Mafia
Kemarahan Arsenio


__ADS_3

"Cepat cari, kerahkan semua bodyguard dan para pelayan untuk mencari nona Laura. Tuan bisa marah besar jika tau nona Laura hilang." ucap pak mun kepada dua bodyguard dan Nila.


Pak mun mencoba memeriksa kamar milik Laura, tetapi kamar itu kosong tak ada tanda tanda kehidupan di dalamnya. Nila segera memberitahu semua pelayan dan penjaga untuk mencari keberadaan Laura. Bahkan para koki pun ikut serta mencari keberadaan Laura. "Bagaimana?" tanya Pak Mun kepada semua orang yang berkerja di mansion mewah itu.


"Tidak ada Tuan." ucap mereka semua secara bersamaan dengan wajah berkeringat dan pucat.


"Huh!" Pak Mun hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Dia tidak tau harus berbuat apa lagi. Dengan terpaksa dan sedikit takut, kepala pelayan pun mulai menghubungi Axel kaki tangan Arsenio.


"Ada apa?" tanya Axel yang baru saja mengangkat teleponnya.


"Tuan...Nona Laura kabur." ucap kepala pelayan dengan sedikit pelan dan takut.


"Brengs*k! apa saja kerja kalian di sana!" bentak Axel kepada kepala pelayan.

__ADS_1


"Maafkan kami tuan." ucap kepala pelayan meminta maaf.


"Cepat cari gadis itu, kau taukan jika Tuan Arsenio marah!" ucap Axel dengan nada yang dingin dan Arogan.


"Kami sudah berkeliling tuan, bahkan kami juga sudah masuk ke dalam hutan untuk mencari nona Laura." ucap kepala pelayan menjelaskan lagi.


"Tit." Axel memutuskan sambungan teleponnya dengan sepihak.


Dengan cepat dia langsung berjalan mencari bosnya Arsenio. "tok tok tok." Axel mengetuk pintu kamar yang di tempati Arsenio.


Axel segera masuk ke dalam kamar milik Arsenio. Arsenio menatap Axel seakan berkata 'Ada apa Axel?' Axel yang sudah mengerti langsung memberitahu informasi yang ia dapat dari kepala pelayan. "Maaf tuan, tadi saya mendapat kabar dari mansion yang berada di indonesia, bahwa nona Laura kabur tuan." ucapnya yang seketika membuat Arsenio marah besar.


"Bruk." Arsenio membanting lampu tidur yang berada di sebelah tempat tidurnya. "Bagaimana ini bisa terjadi, dasar kalian tidak becus!" bentak Arsenio kepada Axel. "Cepat kerahkan semua anak buat untuk menangkap gadis itu!" ucapnya dengan amarah yang meletup meletup. "Siapkan semuanya, kita pulang sekarang!" perintah Arsenio dengan spontan.

__ADS_1


Di Kota terlihat mobil para pelayan sudah mulai memasuki parkiran pasar, dua pelayan Arsenio keluar dari mobil lalu memberikan kunci mobil kepada penjaga yang berada di situ untuk memarkirkan mobilnya. Hal itu sudah biasa di lakukan dua pelayan itu.


Setelah dua pelayan itu pergi, tukang parkir itupun memarkirkan mobil milik dua pelayan Arsenio.


Laura yang merasa mobil yang ia naiki sudah berhenti lagi, ia segera membuka bagasi mobil putih itu dengan perlahan. Pelan pelan tapi pasti. Laura segera mungkin bersembunyi dari tukang parkir itu. "Akhirnya..." ucap Laura setelah berhasil keluar dari mobil itu.


Laura segera mungkin pergi dari tempat itu menuju tempat yang lumayan jauh dari pasar.


"Aduhh...aku di mana ya ini." ucapnya bingung dan frustasi, terlihat matanya sudah berkaca kaca.


"Eh, mbak bukannya tukang kue keliling itukan?" tanya ibu-ibu yang sedang menggendong anak kecil.


"Iya bu saya tukang kue keliling." ucapnya kepada ibu itu.

__ADS_1


"Mbak sedang ngapain di sini?" tanya ibu itu pada Laura. Sebuah keberuntungan sekali Laura bisa bertemu dengan ibu-ibu yang pernah membeli kuenya.


__ADS_2