World Lion Mafia

World Lion Mafia
Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

Tak lama Laura bangun, terlihat beberapa pelayan wanita sudah menyediakan gaun untuk dikenakan Laura. Alex memang tak mengizinkan Laura pergi kerumah nya, tetapi Alex masih mengizinkan Laura ikut bersama nya dengan syarat, tak boleh jauh-jauh darinya. Ih, Abang Alex modus ni sama kakak Laura.


Setelah semua selesai dan berkumpul, kini Laura, Alex dan Vino berjalan ke halaman belakang dengan beberapa pelayan dan bodyguard di belakang nya. Di halaman belakang mansion, terlihat satu unit helikopter keluaran terbaru dan anti peluru yang telah siap. Kini Alex naik ke helikopter terlebih dahulu lalu membatu Laura naik dengan cara menarik tangan nya. Vino duduk di kursi depan bersama pilot yang mengendalikan helikopter nya.


Setelah semua siap, sabuk pengaman sudah terpasang, helikopter yang di tumpangi Laura dan Alex pun terbang menembus awan. Mansion besar dan mewah itu semakin lama semakin terlihat kecil dari atas sana. Rumah penduduk juga terlihat seperti kerajaan semut. Di atas awan, terlihat Laura tersenyum melihat burung yang terbang di luar kaca di sebelahnya. Gadis itu mengulurkan tangan nya seakan ingin menyentuh hewan terbang itu.

__ADS_1


Vino melirik sekilas kearah kursi belakang. Mata pria datar itu salah fokus melihat tangan Alex yang menggenggam tangan Laura. Bisa-bisa nya mafia licik itu terus memegang tangan Laura. Apa jari-jemari tak pegal. "Hm." Vino berdehem seakan memberi kode kepada dua orang di belakang. Laura yang labil pun mengalihkan pandangan nya ke arah Vino dengan tangan yang menyodorkan sebotol air.


Dengan gugup Vino mengambil sebotol air itu. Bagaimana dia tak gugup jika Alex memberikan tatapan kematian nya. Vino menelan saliva nya dengan menatap Laura sekilas. Laura yang di tatap tersenyum lalu berkata, "Minumlah bang Vino, tenggorokan mu pasti sakit." ucap Laura dengan sedikit anggukan. Itu benar-benar sangat manis dan romantis. Pria di sebelah Laura mencoba menahan dada nya yang bergemuruh. Dengan pelan Alex membuang nafasnya. Laura yang merasa Alex bergerak, segera mengalihkan matanya memandang Alex. "Kenapa?" tanya Laura dengan senyum simpul.


Dengan Vino saja senyumnya sangat manis dan tulus, sedangkan aku hanya di beri senyum simpul. Awas kau sekretaris sialan! umpat Alex menatap sengit Vino.

__ADS_1


Terimakasih nona sudah menyelamatkanku dari buaya darat ini. batin Vino senang.


"I-iya Laura." ucap Alex dengan wajah yang gugup. Mata tajam pria itu menatap manik teduh Laura.


"Apa kau tak apa?" tanya Laura pelan dengan tangan menyentuh ujung paha Alex.

__ADS_1


Alex tersenyum lalu berkata, "I'm ok, baby girl." tersenyum adalah salah satu cara agar tak terlihat kaku di depan nya.


Di kota yang berada di Indonesia, terlihat helikopter yang di tumpangi Laura mendarat tepat di atas perusahaan raksasa milik Alex. Kedatangan mereka sudah di sambut hangat para karyawan dan petugas lain nya. Tidak bisa di bayangkan bagaimana lelah nya para karyawan dari lantai dasar menaiki lift hingga lantai 35. Hampir setengah jam para karyawan berada di dalam lift, belum lagi jika lift penuh. Butuh 2 jam lebih para karyawan sampai di lantai paling atas gedung raksasa itu. Kaki panjang Alex mulai menyentuh lantai gedung.


__ADS_2