World Lion Mafia

World Lion Mafia
Kebahagiaan Inder


__ADS_3

"Tuan, hampir semua pelayan dan anak buah kita pingsan, ada juga yang tak bernyawa." ucap Axel dengan nada yang tak kalah memburu seperti Arsenio. Arsenio yang mendengar itu memukulkan tangan nya ke tembok. Tangan kokoh dan berurat itu seperti tak merasa kan sakit sedikit pun walaupun memukul tembok beton yang sangat keras.


"Panggil para dokter ke sini!" perintah Arsenio dengan tangan yang mengepal menahan marah.


"Sudah tuan, para dokter sedang dalam perjalanan menuju kesini." ucap Axel yang tak di tanggapi Arsenio. Dengan langkah cepat Arsenio pergi keluar meninggalkan kamar itu. Axel segera mengikuti langkah Arsenio. Sebelum pergi, Axel sudah memerintahkan pak Mun untuk membereskan semuanya.


Beberapa menit berlalu, kini para dokter telah sampai dan langsung segera memeriksa para korban bom asap dan korban tembak. Leon bingung dan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang telah terjadi di tempat ini. Tak ingin mendapat amukan Arsenio, dokter Leon segera bergegas menyelesaikan perkerjaannya.


***

__ADS_1


Di tempat lain, terlihat Inder tertawa terbahak-bahak dengan pertempuran dua rivalnya itu. Sebenarnya Inder yang menyerang anak buah Alex tetapi dengan dalih Arsenio. Bahkan permainan pemimpin the craziest mafia sangat mulus dan bagus. Selalu mengumpulkan senjata musuhnya, termasuk senjata Inder dan Alex. Sebab itulah dia bisa menyamarkan para anak buahnya dengan senjata bekas anggota Arsenio.


Inder tak lupa mengabari Sela untuk datang ke kediaman nya. Mafia licik itu mempropokasi dan mencuci otak Sela. Dia memberi tau tentang Alex yang menculik Laura untuk di nikahin. Pria gila itu berbohong pada Sela. Sela yang mendengar itu terlihat sangat panas. Dia akan mencari cara untuk menghancurkan gadis itu. Bahkan gadis bodoh itu dengan mudahnya menerima saran dari Inder. Setelah selesai dengan urusan dan kegiatan rutinnya dengan Inder, Sela segera bergegas menemui orang suruhan nya dan menyusun rencana.


"Indahnya hari ini." ucap Inder tersenyum bahagia dengan semua pencapaian nya.


Di ruangan VVIP, Inder dan anak buahnya di kelilingi oleh beberapa wanita-wanita sexy. Tak lupa minuman keras dan termahal di dunia di suguhkan di atas meja. Gadis tercantik dan tersexy sibuk menggoda Inder. Inder tak memperdulikan hal itu. Dia sibuk menyenderkan tubuhnya sembari menghisap sebatang rokok. Inder tak berminat menyentuh para wanita penggoda itu, toh dia sudah puas bertempur dengan Sela Beberapa waktu lalu. Musik DJ yang memekakkan telinga memenuhi tempat itu.


***

__ADS_1


Di kediaman Alex terlihat Laura sudah terbaring tak berdaya. Alex sudah memanggil dokter untuk memeriksa wanita yang di cintai nyaitu. Tangan berurat Alex mengelus rambut Laura dengan sangat lembut. Mata itu seperti menyiratkan kesedihan melihat pujaan hatinya di sentuh orang, yang tak lain adalah rivalnya sendiri. Tangan kekar itu mengepal erat mengingat wajah mengesalkan Arsenio.


Aku tak akan membiarkan bedeb*h itu menyentuh mu lagi. Tetaplah bersamaku, sayang. batin Axel dengan mata berkaca-kaca menahan kesedihannya.


Axel mengalihkan pandangannya melihat pria yang baru saja masuk ke kamar itu. "Ada apa." ucap Axel datar melihat Vino.


"Sepertinya Tuan Arsenio akan merencanakan sesuatu Tuan, kita harus berhati-hati." ucap Vino yang di angguki Axel. Karena tak ingin Laura terganggu, Axel memutuskan untuk keluar dari kamar itu.


"Cklek." Axel menutup pintu dengan sangat berhati-hati. Setelah pintu tertutup sempurna, Axel melanjutkan langkah kakinya tak tau ntah kemana.

__ADS_1


__ADS_2