
Arsenio memegang kepala nya yang sedikit pusing di sebabkan minuman alkohol yang terlampau banyak ia minum. "Apa yang terjadi." tanya nya dengan kesadaran yang belum sempurna.
"Apa kau ingin mengakhiri hidupmu? kenapa kau terlalu banyak minum!" bentak Leon dengan tegas. Tidak tau dapat keberanian dari mana pria tampan itu hingga mampu membentuk mafia kejam yang disegani dunia.
"Berani sekali kau membentak ku!" ucap Arsenio dengan suara baritonnya yang terdengar dingin.
"Maafkan aku Arsenio, aku tak bermaksud begitu." ucap Leon meminta maaf tapi tak di tanggapi Arsenio. "Apa kau mencintai nya Arsenio?" tanya Leon to the poin ingin memecahkan rasa penasaran di hati nya.
"Bukan urusan mu!" ketus Arsenio lalu bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi. Pria itu memilih merendam diri nya dengan air dingin agar rasa pusingnya hilang.
"Anak ini selalu saja keras kepala!" kesal Leon lalu pergi meninggalkan kamar itu dengan membawa peralatan kedokteran nya.
__ADS_1
"Hati-hati dan terima kasih dokter." ucap pak mun mengantar Leon ke teras depan.
"Sama-sama pak mun, tolong jaga Arsenio. Pria itu benar-benar hilang akal karena satu wanita." ucap Leon kesal yang di angguki pak mun. "Pasti tuan, saya akan menjaga dan merawat tuan muda." ucap pak mun dengan senyum simpul di bibirnya. Leon memasuki mobilnya yang baru saja tiba di halaman luas itu. Setelah masuk, mobil mewah itupun berjalan meninggalkan kediaman Arsenio. Pak mun dan beberapa pelayan masih setia melihat kepergian mobil yang di tumpangi Leon.
***
Di dalam pesawat terlihat Vino menghampiri Alex setelah memastikan panggilan telepon nya. "Tuan ada informasi dari anak buah kita di kota xxx." ucap Vino dengan wajah datar bercampur panik.
"Bruk." Alex membanting gelas berisi jus di tangannya. "Sialan kau Arsenio!" umpat Alex kuat sehingga membuat Laura terkejut dan terbangun. Laura berada di kursi tepat di sebelah Alex. Jadi tak heran jika gadis itu terkejut hingga terbangun dari tidur nya.
Di negara yang berbeda dengan Alex, terlihat Sela mengepalkan tangan nya dengan kasar. Anak dari mantan bandit sekaligus CEO terkaya di Asia itu terlihat marah dan geram ketika mendapat kan informasi jika Alex membawa perempuan lain ke rumah nya.
__ADS_1
Ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak akan membiarkan mu di sentuh wanita lain selain diriku Alex. Gumam Sela dengan mata tajam menatap pemandangan di luar jendela kamar nya.
"Aku harus segera bertindak. Akan ku bunuh kau gadis sialan!" ucap Sela pelan tetapi terdengar menyeramkan. Sela segera mengambil handphone nya lalu menelpon seseorang. "Awasi jala*ng itu! kalau perlu, habisi saja dia!" perintah Sela pada orang suruhannya.
***
"Wah,,," Laura terpukau melihat keindahan mansion Alex yang berada di New York. Mata Laura tak henti-henti nya berpindah melihat setiap ukiran modern itu. Alex memperhati kan wajah Laura yang terpukau sembari berjalan di sebelah nya. Alex mengeluarkan senyum simpul tanpa sepengetahuan Laura.
Tanpa Alex sadari, Vino sendari tadi memperhatikan gelagat aneh bosnya itu. Tidak biasa nya mafia licik itu tersenyum begitu tulus dengan waktu yang cukup lama.
"Hm,,," Vino berdehem membuat Alex tersadar dari lamunannya. "Mengganggu saja!" kesal Alex menatap kesal ke arah Vino.
__ADS_1