World Lion Mafia

World Lion Mafia
Perhatian Arsenio


__ADS_3

Di depan pintu, terlihat Axel berjalan mendekati Arsenio. "Tuan, apa tidak sebaiknya para pelayan saja yang menghidangkan sarapan pagi?" ucap Axel mencoba menunjuk Arsenio.


"Menjauhlah, kalian menghilangkan konsentrasi ku!" ucap Arsenio sangat ketus. Membuat Axel dan pak Mun menghela nafas dengan sikap aneh Arsenio.


Tuan, ada apa denganmu? tidak biasanya anda bersikap seperti ini. batin Axel dengan mata yang terus menatap pergerakan Arsenio.


Setelah menata makanan di meja dorong, Arsenio segera bergegas meninggalkan dapur itu menuju kamar tidurnya. Dia mendorong meja makanan itu sembari tersenyum. Kejadian kemarin malam tak luput dari ingatannya. Dia sangat senang dan merasa beruntung mendapatkan Laura yang masih tersegel. "Aku mencintaimu istriku." ucapnya pelan tetapi masih bisa di dengar Axel walaupun samar-samar.

__ADS_1


Nona, kau benar-benar beruntung di cintai Tuan Muda. Jika bersamamu membuat tuan bahagia, aku tak akan membiarkan kau pergi dari genggaman nya. Tak kan pernah! kalaupun kau sudah pergi, aku akan mencari mu walau di lobang semut sekalipun. Sudah cukup selama ini hidup tuan muda hampa. Aku tak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan nya walaupun itu kau nona! batin Axel dengan mata yang menatap punggung Arsenio.


Sesampainya di kamar, Arsenio segera memindahkan makanan ke meja di depan sopa. Pria itu tersenyum dengan tangan yang terus menata makanan. Setelah selesai, Arsenio meletakkan kedua tangannya di sisi pinggangnya sembari tersenyum bangga karena telah berhasil melakukan hal yang menurutnya sangat luar biasa yang padahal di mata orang itu hal kecil. Tak lama dari itu, terdengar suara knop pintu yang ingin di buka. Arsenio langsung menatap tajam ke arah Pak Mun dan Axel. Mereka yang paham dengan tatapan itu langsung segera bergegas keluar dari kamar pengantin baru itu.


Tak lama Axel dan Pak Mun keluar, terlihatlah Laura yang sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basa. Gadis itu berjalan dengan keadaan mengangk*ng dengan rambut yang di biarkan terurai. "Sayang..." panggil Arsenio yang seketika sudah berada di dekat Laura dan memeluknya.


"Sayang." panggil Arsenio lagi dengan tangan yang memegang kedua sisi bahu Laura.

__ADS_1


"I-iya?" tanya Laura dengan sangat kaku dan canggung. Tubuhnya sudah seperti patung jika sudah berhadapan langsung dengan Arsenio.


"Ayo makan, kau pasti sudah sangat lapar kan?" ajak Arsenio dengan full senyum di bibirnya. Tanpa menunggu jawaban Laura, Arsenio segera bergegas membawa Laura ke arah sopa di kamar itu.


"Cepat duduk." perintah Arsenio dengan tangan yang sedikit menekan kedua bahu Laura. Laura hanya bisa diam dan menurut. Bisa habis dia jika banyak tingkah.


Tanpa di perintah, Arsenio segera mengambil beberapa hidangan dan meletakkan nya di atas piring. Dengan perasaan senang, pria gila itu menyodorkan piring itu ke arah Laura. "Makanlah, kau pasti sangat lelah." ucap Arsenio dengan senyum lembut dan tulus. Laura hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sembari mengambil piring dari tangan Arsenio.

__ADS_1


"Terima kasih." ucap Laura pelan namu masih bisa di dengar Arsenio.


__ADS_2