World Lion Mafia

World Lion Mafia
Kedatangan Yang Tak Di Sangka


__ADS_3

Di kamar terlihat Laura membaring kan tubuh nya yang lelah sebab habis melayani semua keperluan Arsenio.


Pria kejam itu memang tak punya perasaan. Mandi saja harus di siap kan, dasar manja! batin Laura terlihat kesal namun ia menutupi nya dengan wajah polos nya


Sampai kapan lah aku terus seperti ini. Semoga setelah Bagun nanti aku sudah berada di tempat lain. Jauh dari manusia mengerikan itu. Benar-benar the real neraka dunia.


Jam masih menunjukkan pukul 16:15, tapi ntah kenapa mata Laura merasa berat. Akhirnya gadis itu tertidur pulas di kamar nya yang bahkan kamar pelayan lebih bagus dan luas dari kamar nya. Arsenio benar benar keterlaluan dan pelit dengan diri nya.


Baru beberapa menit memejamkan mata nya tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Dengan terpaksa, Laura membuka mata berat nya dan berjalan sedikit sempoyongan menahan kantuk ke arah pintu.


"Cklek." Laura membuka pintu kamar nya dengan mata tertutup dan tangan yang menutup mulut nya yang menguap.

__ADS_1


"Deg!" Mata Laura membulat sempurna ketika melihat orang yang berada di depan nya.


Bukannya tadi dia sudah tidur ya? Batin Laura terkejut ketika mendapati Arsenio berada di depan kamar nya dengan wajah yang tersenyum menyeringai.


"tu-tuan, bukan nya anda sudah tidur ya tadi?!" tanya Laura bingung dengan wajah gugup menatap pria di depannya.


Arsenio yang menyenderkan tangan nya di pintu mulai menegakkan tubuh nya lalu berjalan pelan mendekati Laura. Mata tajam itu menusuk dalam mata Laura. Laura menelan saliva nya menatap tatapan mengerikan Arsenio. "Kenapa? kau tak suka aku berada di sini?" tanya Arsenio dengan nada dingin yang sangat mengerikan di pendengaran Laura.


Arsenio tersenyum devil melihat ekspresi gadis lugu di depan nya. Benar-benar mainan yang menyenangkan. Inilah kenapa Arsenio lebih suka berada di rumah dari pada di luar. Lihat saja, setiap saat ada saja tingkah laku nya untuk mengerjai Laura.


"Ikut dengan ku." perintah Arsenio dengan wajah datar lalu membalikkan tubuhnya menghadap pintu lalu berjalan meninggalkan Laura. Laura masih terdiam di tempat nya memperhatikan punggung Arsenio yang semakin menjauh dan menghilang di telan tembok.

__ADS_1


Arsenio terus melangkah kaki nya menuju kamar nya. Arsenio yang berjalan cepat tiba-tiba menghentikan langkah panjang nya. Dia mengernyitkan alis nya dan melihat ke arah belakang. Arsenio mulai mengeluarkan taring nya ketika tak mendapati Laura di belakang nya.


"Gadis bodoh!" teriak Arsenio dengan wajah marah melihat ke arah jalan menuju kamar Laura.


Laura tersentak dari lamunan nya ketika mendengar teriakan mengerikan Arsenio. Dengan langkah cepat Laura berjalan menuju Arsenio. Arsenio menatap tajam Laura ketika gadis itu sudah mulai mendekat ke arah nya.


"Apa yang kau lakukan!" bentak Arsenio membuat telinga yang mendengar nya sakit.


Laura ingin menutup telinga kecil nya dengan kedua tangan tapi gadis itu mengurungkan niat nya. Wajah sendu yang sedang menunduk itu perlahan menatap wajah Arsenio lalu berkata, "Maaf Tuan." ucap nya pelan dengan wajah bersalah.


"Lambat, cepat ikut aku!" perintah Arsenio dengan tegas. Laura yang masih merasa mengantuk mau tak mau mengikuti keinginan Arsenio.

__ADS_1


__ADS_2